Jumat, 24 Desember 2010

FF [NC-21]/R/1S/ First at 3424

for a several reason , i can't post "First at 3424" here . so , go and check it out in my friendship site "First at 3424"
if i had enough time for repair this blog , i'll post this FF .
thank you ^^ *bow*

FF /R/1 of ?/ Breathing For You

Title : Breathing For You
Author : Marchellyne Kim
Genre : Romance ; Parenthood ; Friendship
Cast :
• Yong Junhyung
• Marchellyne Kim as Choi Yoohee
• Choi Siwon
• Sulli
• Choi Minho
• Choi Sooyoung
• Kim Youngwoon
• Kim Taeyon
• Hankyung
• Lee Gikwang
• Kim Yoobin
• Lee Hyukjae
—————————————————
Author POV
Seorang namja berjalan menyusuri lorong . ia berjalan gontai tanpa tujuan dengan perasaan campur aduk . ia berhenti di depan sebuah pintu kamar berwarna hijau muda , dengan ragu ia mengarahkan tangannya untuk menggenggam gagang pintu . tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dan membuatnya terkejut . ia menengok ke orang yang menepuk pundaknya tersebut .
“Junhyung-a , masuklah . dia sudah lama menunggumu” ucap Sooyoung dengan senyum dan mata yang berkaca-kaca . Junhyung hanya bisa menunduk sambil memegangi gagang pintu .
“aku..aku ngga bisa masuk , Sooyoung-a . aku..ngga pantas untuk menemuinya lagi” jawab Junhyung dengan suara bergetar . air mata Junhyung pun tak kuasa lagi untuk dibendung , mengalir membasahi pipinya . Sooyoung memeluk Junhyung , mencoba menenangkannya .
“aniyo , Junhyung-a . kamu harus tetap menemuinya . dia sudah berjuang demi Yoojun . dia mempertahankan Yoojun demi kamu . dia sayang kamu dan juga Yoojun . temui dia , Junhyung-a”
“………”
“ayo , Yoojun appa . temui yeojamu” saran Sooyoung , membukakan pintu kamar pasien bernomor 1203 tersebut . Junhyung memberanikan diri , melangkah masuk ke dalam kamar tersebut , menemui seorang yang sangat dicintainya .
Ia melangkah masuk dan melihat seorang yeoja yang tertidur di atas tempat tidur dengan selang infus , oksigen , dan pemantau detak jantung di tubuhnya . Junhyung terkejut melihat kondisi yeoja tersebut , menatapnya tidak percaya . yeoja yang sangat ia cintai , kini terbaring lemah di atas tempat tidur , dengan keadaan koma . ia berjalan menghampiri yeoja itu dan memegang tangan kirinya . air matanya pun mengalir tak terbendung sambil terus menatap yeoja itu dalam .
“Yoohee-a … ireona ..oppa disini …ireona jagiya…jangan tidur terus” ucap Junhyung dengan suara parau karena tangisnya yang semakin menjadi-jadi .
“Yoohee-a … mianhae .. mianhaeyo … jeongmal mianhaeyo .. harusnya oppa ngga ninggalin kamu yang lagi hamil dan sakit waktu itu . harusnya oppa dampingin kamu waktu itu . mianhae .. jeongmal mianhae … Yoohee-a , ireona… mi…” ucap Junhyung terputus , ia pun tak mampu melanjutkannya dan juga tak mampu menahan tangisnya . ia tertunduk di tangan Yoohee , menangis penuh sesal .
Flashback 11 months ago
(February 15th 2010 , 7.07 PM , Choi’s Family House)
“umma , kenapa haraboji mendadak ingin mengadakan makan malam di rumah kita ?” tanya Yoohee yang sedang dirias oleh Sulli . Sulli tersenyum melihat putri bungsunya , lalu meletakkan sisir di meja rias .
“umma juga ngga tau sayang . mungkin sudah lama sekali kita tidak makan malam bersama , haraboji dan halmoni kangen sama kita” jawab Sulli sambil mengoleskan lipstick di bibir mungil anaknya . Yoohee mengangguk kecil pertanda mengerti . tiba-tiba Siwon membuka pintu kamar Yoohee dan melangkah masuk menghampiri istri dan anaknya tersebut .
“aigoo~ , coba lihat anak appa yang satu ini . neomu yeppo , Yoohee-a” puji Siwon sambil merangkul pinggul Sulli . Sulli tersenyum dan mengangguk setuju dengan ucapan suaminya .
“jeongmal ? gumawo appaa~~” ucap Yoohee lalu memeluk Siwon . Siwon membalas pelukan anaknya tersebut , lalu mencium keningnya .
“appa ! umma ! Yoohee-a ! haraboji dan halmoni sudah datang” ucap Minho di depan pintu yang sontak membuat mereka bertiga menoleh kearah Minho . “aigoo~ , Yoohee-a , neomu yeppo !” tambah Minho . pipi Yoohee berubah jadi merah berseri .
“kajja , jangan membuat mereka menunggu lama” ajak Siwon .
—————————————————
Semua anggota keluarga telah berkumpul di ruang keluarga . canda dan tawa mereka mengisi seisi ruangan tersebut . tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu , seorang perempuan dengan seragam pelayan yang lengkap muncul dari balik pintu .
“musun iriyeyo , Sooyeon-a ?” tanya Siwon kepada pelayannya yang baru saja masuk .
“silyejiman sajangnim , saya hanya ingin memberitahu bahwa keluarga Lee sudah tiba” jawab Sooyeon dengan posisi badan membungkuk .
“ah , sudah datang ? suruh mereka masuk !” perintah Kangin . Sooyeon pun membungkuk , lalu berjalan ke pintu meninggalkan ruangan . suasana di ruangan tersebut sontak berubah 180 derajat . tidak terdengar lagi suara tawa , melainkan hanya suara pembicaraan Siwon dan Kangin .
“tuan besar , tuan dan nyonya Lee sudah tiba” ucap Sooyeon . Kangin berdiri dan langsung menghampiri sahabat karibnya , Lee Hankyung .
“aigoo~ , Hankyung-a sudah lama sekali kita tidak bertemu” ucap Kangin lalu menjabat tangan Hankyung .
“ne , sudah lama sekali . terakhir kita ketemu , Yoohee dan Eunhyuk masih sangat kecil sekali” jawab Hankyung , diikuti oleh tawa mereka berdua .
“hahaha , ayo silahkan duduk . aigoo~ , ini pasti Eunhyuk ? wah , kamu sudah besar ya sekarang” ucap Kangin sambil menepuk pundak Eunhyuk . Eunhyuk pun tersenyum manis , lalu membungkuk memberi hormat .
“annyeong , Siwon hyung” panggil Gikwang . Siwon pun tersenyum menghampiri Gikwang , berjabat tangan , dan berpelukan layaknya sahabat yang sudah lama tidak bertemu .
Pembicaraan antara keluarga Lee dan Choi pun dimulai . berawal dari pembicaraan masa lalu persahabatan Kangin dan Hankyung hingga rencana mereka tentang perjodohan cucu mereka . Sontak pembicaraan tentang rencana perjodohan ini membuat Minho , Sooyoung , dan Yoohee resah . posisi mereka duduk mulai terasa tidak nyaman , perasaan mereka masing-masing pun berdebar-debar . Sulli melihat ketiga anaknya yang mulai resah pun mengerti dan berusaha menenangkan mereka dengan membisikkan beberapa kalimat .
“jadi , haraboji dan Hankyung sudah setuju akan menjodohkan seorang cucu haraboji dengan cucu Hankyung . bukankah begitu Hankyung’ssi ?”
“ne .. benar sekali Kangin’ssi . Eunhyuk-a , kamu akan haraboji jodohkan dengan Yoohee”
“geure ! aigoo~ coba lihat mereka berdua . Eunhyuk terlihat sangat tampan . Yoohee juga sangat cantik . mereka pasti akan menjadi pasangan yang serasi”
“benar . bagaimana Eunhyuk ? haraboji tidak ingin dengar kata penolakan dari mulutmu . rencana ini sudah disusun matang sejak kamu berumur 3 tahun”
Yoohee pun terpaku ditempat ia duduk . Sooyoung yang duduk di samping kirinya berusaha menguatkan Yoohee dengan menggenggam tangannya . begitu juga dengan Minho .
“Yoohee-a , gwencahnna ?” tanya Minho . Yoohee mengangguk kecil , matanya sudah memerah dan mulai berkaca-kaca . Taeyon yang menyadari ada perubahan dengan wajah ketiga cucunya pun bertanya .
“waeyo , Yoohee-a ?” tanya Taeyon yang membuat Kangin , Hongki , Jinki , Yoobin , dan Eunhyuk menatap Yoohee yang sudah tertunduk sedih .
“halmoni … haraboji … bolehkah aku menolak perjodohan ini ?” tanya Yoohee lembut . ia berusaha menahan tangisnya dengan tersenyum . Kangin dan Hongki pun terkejut mendengar pertanyaan Yoohee tersebut .
“mworago ? gundae , waeyo , Yoohee-a ?” tanya Taeyon .
“aku sudah punya namjachingu . dan .. selain dia , aku tidak mau . jeongmal mianhaeyo , harboji . nae shireo” ucap Yoohee . Kangin pun menghela napas panjang , ekspresinya berubah seketika .
“ANDWAE ! perjodohan ini sudah haraboji susun dengan baik . kamu dan Eunhyuk sudah dijodohkan sejak kecil dan kamu tidak bisa menolaknya !” ucap Kangin tegas . “soal namjachingumu , mungkin dia tidak lebih baik dari Eunhyuk . haraboji tau apa yang terbaik untukmu , Yoohee-a . haraboji tidak ingin mendengar apa-apa lagi . pokoknya , pertunangan kalian akan dilaksanakan 2 minggu lagi” tambah Kangin dengan suara selembut mungkin . Yoohee semakin tertunduk mendengar ucapan harabojinya tersebut . tiba-tiba , ia merasakan rasa sakit yang hebat di bagian perutnya .
“oppa , perutku sakit … ottokhe ?” bisik Yoohee sambil menggenggam tangan Minho erat . Minho pun menatap Yoohee yang sudah pucat dengan cemas dan langsung berdiri .
“mianhaeyo , tiba-tiba aku ingat hari ini ada les piano dan Yoohee ada les biola , kami pergi dulu” ucap Minho lalu membopong Yoohee perlahan ke arah pintu .
“Minho-a , bagaimana jika Eunhyuk saja yang mengantar Yoohee ? biar mereka semakin dekat” saran Kangin menghentikan langkah Yoohee dan Minho . Yoohee menatap Minho dengan tatapan memelas dan menggeleng pelan .
“eopsoyo haraboji . merepotkan Eunhyuk saja . biarkan aku saja yang mengantar Yoohee . tempat les kami kan sama” tolak Minho lembut lalu berjalan meninggalkan ruangan . seketika pintu ruangan tersebut ditutup , Yoohee langsung memegang perutnya dan merintih kesakitan .
“oppa..a..apa..apayo…” rintih Yoohee . Minho pun semakin panic dan menggendong Yoohee langsung ke mobil menuju rumah sakit .
—————————————————
(February 15th 2010 , 9.10 PM , St. Marie Seoul Hospital)
Minho duduk di kursi lorong UGD , menunggu Yoohee yang masih ditangani oleh dokter . ia masih mengingat dengan jelas wajah kesakitan Yoohee selama perjalanan menuju rumah sakit . ia merasa kesal terhadap dirinya sendiri . terdengar suara langkah yang berlari menuju kearahnya . ia menatap ke arah suara tersebut , terlihat appa , umma , dan noonanya berlari dengan tergesa-gesa menghampirinya .
“Minho-a , Yoohee ottokhe ? gwenchanna ? huh ? umma malhae , Minho-a” ucap Sulli panic . Siwon pun merangkul Sulli , mencoba untuk menenangkannya .
“mollayo umma . semenjak tadi Yoohee masuk , dokter belum keluar sama sekali” jelas Minho . “darimana kalian tau kalau kami disini ?” tambah Minho .
“kami tau dari Sooyoung . tadi ia masuk ke kamar Yoohee untuk mengambil buku , lalu ia melihat biola Yoohee masih di kamarnya . dan juga sebenarnya kalian hari ini tidak ada les kan ? appa dan umma panic , langsung menuju kesini” jelas Siwon .
“jagi , sebenarnya anak kita sakit apa ? kalau hanya infeksi usus pasti tidak akan separah ini” tanya Sulli dengan suara yang mulai parau . Siwon menatap istrinya , memegang bahunya , menggeleng pelan . Tiba-tiba pintu ruang UGD terbuka dan terlihat seorang dokter keluar dari ruangan tersebut . Sooyoung dan Minho berdiri , menghampiri dokter tersebut .
“dokter , Yoohee ottokhe ? gwenchanna ?” tanya Minho panic . Sooyoung mengusap-usap pundak Minho , menenangkannya . sang dokter pun menghela napas pelan .
“apakan anda orang tua dari pasien ?” tanya sang dokter . Minho dan Sooyoung menggeleng bersama .
“kami orang tua Yoohee , dok . ada apa ?” ucap Siwon sambil merangkul Sulli yang sudah menangis .
“kondisi putri bapak dan ibu sangat mengkhawatirkan . untungnya dia kuat dan mampu melewati masa-masa sulitnya” jelas sang dokter . Siwon pun memejamkan mata dan mengucap syukur kepada Tuhan karena kondisi anaknya yang baik-baik saja .
“dokter , sebenarnya anak saya sakit apa ? kenapa infeksi ususnya parah sekali” tanya Sulli memberanikan diri untuk mendengar penjelasan dokter . sang dokter tertunduk dengan ekspresi tidak yakin .
“kami juga belum memastikan hal ini bu , tapi hipotesa kami saat ini , Yoohee mengidap kanker pankreas . tapi ini belum pasti . kami akan melakukan beberapa tes untuk memastikan hal ini” tangis Sulli pun pecah , tak kuasa menerima apa yang baru saja ia dengar . ia tidak percaya bahwa putri bungsu kesayangannya akan mengidap penyakit mengerikan itu .
“umma , tenanglah . dokter bilang itu belum pasti . Yoohee tidak mungkin mengidap penyakit itu . Yoohee akan baik-baik saja” jelas Sooyoung , memeluk Sulli . Minho dan Siwon pun berusaha menenangkan Sulli .
“dokter , tolong lakukan tes pemeriksaan itu secepatnya . saya yakin anak saya tidak mungkin mengidap penyakit itu” jelas Siwon , memohon . sang dokter pun menangguk .
“saya akan melakukan tes tersebut secepatnya pak . tapi kami pihak dokter harus menunggu kondisi Yoohee stabil . kalau begitu , saya permisi” ucap sang dokter .
“umma , uljima . Yoohee gwenchanna . gwenchanna . Minho yakin Yoohee akan baik-baik saja”
“……”
“geurom , yeobo-a . uljima . anak kita tidak akan kenapa-kenapa . sst , uljima” ucap Siwon , memeluk Sulli . Sulli menangis semakin nyaring , tak kuasa menerima kenyataan .
—————————————————
(February 16th 2010 , 8.07 AM , St. Marie Seoul Hospital - Room 1510)
Sudah 3 jam berlalu semenjak Yoohee dipindahkan dari ruang UGD ke ruang inap pasien . ruangan tersebut sunyi sepi , hanya terdengar bunyi dari monitor pemantau detak jantung dan isak tangis Sulli . Minho dan Sooyoung duduk di sofa sambil membaca buku-buku tentang penyakit kanker , sedangkan Sulli duduk sambil memandangi anak bungsunya , mengenggam tangan kanannya . air matanya terus mengalir tak henti .
“engghhh…” erang Yoohee pelan , sontak Minho , Sooyoung , dan Sulli langsung menatap Yoohee lega . Sulli langsung berdiri dan mengusap rambut Yoohee .
“Yoohee-a..” panggil Sulli memastikan . Yoohee membuka kedua matanya perlahan , menatap sekitar ruangan , lalu menatap ummanya .
“umma .. Minho oppa .. Sooyoung unnie ..” ucap Yoohee lemah sambil tersenyum . Sooyoung tersenyum lega melihat yeodongsaengnya yang sudah sadar .
“mmhm . umma disini sayang . masih sakit ?” tanya Sulli cemas . Yoohee menatap Sulli , terenyum lalu menggeleng pelan . perlahan tangan kiri Yoohee mengusap lembut pipi kanan Sulli , mengusap lembut air mata Sulli yang mengalir .
“umma , yomnyo masipsiyo . nae gwenchanna . uljima . hmm ?” ucap Yoohee menenangkan . Sulli menggenggam tangan anaknya yang mengusap pipinya .
“Yoohee-a , aigoo . gwenchanna ?” ucap Taeyon panic yang tiba-tiba datang . Yoohee mengangguk pelan tersenyum menjawab kepanikan halmoninya itu . suasana ruangan tersebut pun berubah seketika . suasana kelegaan dan bahagia mulai mengisi ruangan tersebut , hingga terdengar suara ketukan pintu . seorang dokter dan dua orang pasien masuk ke ruangan tersebut dan memeriksa keadaan Yoohee .
“dokter , bagaimana hasil testnya ?” tanya Sulli agak berbisik . ia tidak mau anaknya mengetahui tentang apa yang terjadi pada tubuhnya . sang dokter pun menatap Sulli dengan tatapan simpati , sama seperti kemarin malam .
“kita bicarakan ini di ruangan saya saja , bu” saran dokter . Sulli pun mengangguk lalu menghampiri anaknya sejenak yang sedang di periksa suster . ia mengecup kening Yoohee .
“umma tinggal sebentar ya . Yoohee sama halmoni , Minhoo , dan Sooyoung ya” ucap Sulli dan dibalas anggukan pelan oleh Yoohee .
-----------------------------------
(February 16th 2010 , 9.10 AM , Dr. Kim’s Office)
Sulli berjalan menuju ruangan sang dokter dengan perasaan tidak enak . ia berhenti di depan sebuah pintu berwarna putih . ia ragu untuk mengetuk pintuk tersebut . ia takut jika perasaan tidak enaknya akan terjadi . tapi pada akhirnya , ia mengetuk pintu ruangan kerja dokter , lalu membuka pintunya .
“permisi dokter..”
“ne, oso duro osipsiyo” ucap sang dokter . Sulli pun melangkah masuk dan duduk di kursi yang terletak dekat meja kerja sang dokter . sang dokter pun mengeluarkan sebuah map berwarna coklat dari tumpukan map-map lainnnya .
“bagaimana keadaan anak saya dokter ?”
“menurut hasil test yang telah kami lakukan kemarin , Yoohee positif terserang kanker pankreas”
“a…apa dok ?”
“Yoohee mengidap penyakit kanker pankreas . pada umumnya penyakit ini disebabkan oleh kebiasaan merokok yang berlebihan . tapi , ketika kami melakukan pemeriksaan terhadap paru-paru Yoohee , tidak ada flek sedikit pun pada paru-parunya . kami simpulkan , penyakit ini merupakan keturunan dari pihak keluarga” jelas sang dokter . Sulli pun terdiam mendengar penjelasan sang dokter . ia mengingat ayahnya yang dulu juga mengidap penyakit yang sama dan akhirnya meninggal . ia tidak menginginkan hal yang sama terjadi pada putrinya .
“apakah dari pihak keluarga ibu ada yang terserang penyakit ini ?” tanya sang dokter membuyarkan lamunan Sulli . Sulki menatap sang dokter , mengangguk pelan .
“ada dokter . ayah saya mengidap penyakit yang sama” jawab Sulli . “seberapa parah penyebaran sel kankernya dok ?” lanjut Sulli . sang dokter menghela napas pelan , lalu membuka map yang tadi ia siapkan . ia memutar map tersebut , lalu menunjukkan hasil test Yoohee .
“penyebaran sel kankernya belum begitu mengkhawatirkan . masih dapat diatasi dengan pemberian suntikan antibiotic . akan tetapi , kami belum dapat memprediksikan dengan pasti perkembangan sel kanker tersebut untuk kedepannya . kami menetapkan kanker pankreas Yoohee kini berada di stadium 2 ” jelas sang dokter .
“oh Tuhan .. apakah ada cara untuk menghentikan peredaran sel kankernya ini dokter ?”
“ada . dapat dengan cara terapi radiasi atau dengan kemoterapi”
“berapa persen kemungkinan berhentinya peredaran sel kankernya dokter ?”
“saya tidak dapat memastikannya . karna semua hasil terapi kembali pada kekuatan kondisi tubuh Yoohee sendiri”
“……”
“mungkin untuk mengatasi peredarannya , ibu bisa menjaga pola makan dan kegiatan Yoohee . ia tidak boleh terlalu lelah , dan makanannya juga tidak boleh yang fastfood dan yang bersifat keras . biasakan makan yang berbentuk steam dan bersifat lembut”
“baik dokter . terima kasih . saya akan membicarakannya dulu dengan suami saya . saya permisi” ucap Sulli , berjabat tangan dengan sang dokter lalu meninggalkan ruangan tersebut . ia berjalan gontai menuju kamar anaknya dengan pikiran dan perasaan yang kacau . ia tidak sanggup menerima kenyataan yang menyakitkan . ia menghentikan langkahnya , lau bersandar di dinding lorong menuju kamar Yoohee .
“appa .. kenapa .. kenapa harus Yoohee yang kena penyakit ini ? waeyo..” ucap Sulli lirih . air matanya pun mengalir lagi . ia duduk dan merangkul kedua kakinya . ia menangis tertahan . Siwon yang melihat istrinya dari ujung lorong langsung berlari menghampiri istrinya dan memeluknya .
“waeyo , Sulli-a ? hmmm ? waeyo ?” tanya Siwon . Sulli terus menangis dalam pelukan Siwon .
“Yoohee .. Yoohee mengidap kanker pankreas , yeobo” ucap Sulli dengan suara yang parau dan masih menangis . Siwon terkejut dan terpaku mendengar ucapan istrinya . air mata Siwon pun mengalir tanpa disadarinya . ia memeluk Sulli semakin erat , mengusap rambut panjang istrinya , lalu mengecup rambutnya .
“gwenchanna , yeobo . anak kita akan baik-baik saja . sst .. uljima .. Yoohee akan sembuh . pasti . tidak akan terulang kejadian sama seperti appa . tidak akan terulang”
-------------------------------------
(February 16th 2010 , 9.55 AM , Room 1510)
“oppa , umma kok lama banget yah ?” tanya Yoohee yang sedang disuapi bubur oleh Sooyoung . Minho menggeleng pelan dan menunjukkan senyum manisnya .
“mollayo . mungkin sekalian ambil obat di bawah” jawab Minho asal . tiba-tiba terdengar lagu Calling Out dari handphone Taeyon . Taeyon pun mengambil handphone dari dalam tasnya , lalu mengangkat telepon ynag masuk .
“yeoboseo ? …. Ahh yeobo , waeyo ? … nae ? lagi di rumah sakit …. Yoohee sakit yeobo .. ahh , araseo .. ne…” ucap Taeyon di telepon yang menyita perhatian ketiga cucunya .
“nuguya , halmoni ?” tanya Sooyoung . Taeyon memasukkan kembali handphonenya ke dalam tasnya , lalu mengambil blazer abu-abunya yang terletak di sofa .
“haraboji kalian . halmoni pergi dulu ya . ada urusan dengan harabojimu . Sooyoung-a , Minho-a , jaga dongsaeng kalian baik-baik . Yoohee-a , istirahat yang cukup , makan yang banyak ! araseo ? halmoni pergi dulu ya . bilang pada ummamu” ucap Taeyon lalu mengecup kening cucu-cucunya satu per satu , dan meninggalkan ruangan tersebut .
“unnie-a , oppa-a .. sebenarnya .. aku sudah tau aku sakit apa” ucap Yoohee sambil tersenyum . Sooyoung dan Minho sontak terkejut dan langsung menatap Yoohee .
“darimana kamu tau , Yoohee-a ?” tanya Minho cemas .
“waktu aku pertama kali sakit , dokter sudah melakukan test kesehatan lanjut . dan hasilnya , aku bukan sakit infeksi usus” jelas Yoohee . Sooyoung menangis melihat dongsaengnya yang masih mampu tersenyum dengan kondisinya yang seperti itu . “mianhaeyo , unnie , oppa . aku berbohong pada kalian . aku hanya ngga mau membuat kalian khawatir” lanjut Yoohee .
“Yoonie-a , kenapa kamu ngga bilang dari dulu ? huh ? waktu itu dokter bilang apa ?” ucap Sooyoung dengan suara parau diiringi dengan isak tangisnya .
“dokter bilang kalau aku sakit kanker pankreas . mianhae unnie . aku tidak mau membebani pikiran kalian”
“Yoohee-a , kamu sama sekali ngga membebani pikiran kami . aishh~~” ucap Minho lalu memeluk dongsaengnya .
“nae gwenchanna , oppa , unnie . oh ya . jangan beritahu Junhyung ya . aku ngga mau dia tau soal ini” ucap Yoohee dengan suaranya yang riang . Sooyoung memejamkan matanya sejenak lalu mengangguk .
“ne , aku ngga akan memberitahukan Junhyung . yomnyo masipsiyo” ucap Sooyoung lalu ikut memeluk dongsaengnya .

-to be continue ^^-