for a several reason , i can't post "First at 3424" here . so , go and check it out in my friendship site "First at 3424"
if i had enough time for repair this blog , i'll post this FF .
thank you ^^ *bow*
Jumat, 24 Desember 2010
FF /R/1 of ?/ Breathing For You
Title : Breathing For You
Author : Marchellyne Kim
Genre : Romance ; Parenthood ; Friendship
Cast :
• Yong Junhyung
• Marchellyne Kim as Choi Yoohee
• Choi Siwon
• Sulli
• Choi Minho
• Choi Sooyoung
• Kim Youngwoon
• Kim Taeyon
• Hankyung
• Lee Gikwang
• Kim Yoobin
• Lee Hyukjae
—————————————————
Author POV
Seorang namja berjalan menyusuri lorong . ia berjalan gontai tanpa tujuan dengan perasaan campur aduk . ia berhenti di depan sebuah pintu kamar berwarna hijau muda , dengan ragu ia mengarahkan tangannya untuk menggenggam gagang pintu . tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dan membuatnya terkejut . ia menengok ke orang yang menepuk pundaknya tersebut .
“Junhyung-a , masuklah . dia sudah lama menunggumu” ucap Sooyoung dengan senyum dan mata yang berkaca-kaca . Junhyung hanya bisa menunduk sambil memegangi gagang pintu .
“aku..aku ngga bisa masuk , Sooyoung-a . aku..ngga pantas untuk menemuinya lagi” jawab Junhyung dengan suara bergetar . air mata Junhyung pun tak kuasa lagi untuk dibendung , mengalir membasahi pipinya . Sooyoung memeluk Junhyung , mencoba menenangkannya .
“aniyo , Junhyung-a . kamu harus tetap menemuinya . dia sudah berjuang demi Yoojun . dia mempertahankan Yoojun demi kamu . dia sayang kamu dan juga Yoojun . temui dia , Junhyung-a”
“………”
“ayo , Yoojun appa . temui yeojamu” saran Sooyoung , membukakan pintu kamar pasien bernomor 1203 tersebut . Junhyung memberanikan diri , melangkah masuk ke dalam kamar tersebut , menemui seorang yang sangat dicintainya .
Ia melangkah masuk dan melihat seorang yeoja yang tertidur di atas tempat tidur dengan selang infus , oksigen , dan pemantau detak jantung di tubuhnya . Junhyung terkejut melihat kondisi yeoja tersebut , menatapnya tidak percaya . yeoja yang sangat ia cintai , kini terbaring lemah di atas tempat tidur , dengan keadaan koma . ia berjalan menghampiri yeoja itu dan memegang tangan kirinya . air matanya pun mengalir tak terbendung sambil terus menatap yeoja itu dalam .
“Yoohee-a … ireona ..oppa disini …ireona jagiya…jangan tidur terus” ucap Junhyung dengan suara parau karena tangisnya yang semakin menjadi-jadi .
“Yoohee-a … mianhae .. mianhaeyo … jeongmal mianhaeyo .. harusnya oppa ngga ninggalin kamu yang lagi hamil dan sakit waktu itu . harusnya oppa dampingin kamu waktu itu . mianhae .. jeongmal mianhae … Yoohee-a , ireona… mi…” ucap Junhyung terputus , ia pun tak mampu melanjutkannya dan juga tak mampu menahan tangisnya . ia tertunduk di tangan Yoohee , menangis penuh sesal .
Flashback 11 months ago
(February 15th 2010 , 7.07 PM , Choi’s Family House)
“umma , kenapa haraboji mendadak ingin mengadakan makan malam di rumah kita ?” tanya Yoohee yang sedang dirias oleh Sulli . Sulli tersenyum melihat putri bungsunya , lalu meletakkan sisir di meja rias .
“umma juga ngga tau sayang . mungkin sudah lama sekali kita tidak makan malam bersama , haraboji dan halmoni kangen sama kita” jawab Sulli sambil mengoleskan lipstick di bibir mungil anaknya . Yoohee mengangguk kecil pertanda mengerti . tiba-tiba Siwon membuka pintu kamar Yoohee dan melangkah masuk menghampiri istri dan anaknya tersebut .
“aigoo~ , coba lihat anak appa yang satu ini . neomu yeppo , Yoohee-a” puji Siwon sambil merangkul pinggul Sulli . Sulli tersenyum dan mengangguk setuju dengan ucapan suaminya .
“jeongmal ? gumawo appaa~~” ucap Yoohee lalu memeluk Siwon . Siwon membalas pelukan anaknya tersebut , lalu mencium keningnya .
“appa ! umma ! Yoohee-a ! haraboji dan halmoni sudah datang” ucap Minho di depan pintu yang sontak membuat mereka bertiga menoleh kearah Minho . “aigoo~ , Yoohee-a , neomu yeppo !” tambah Minho . pipi Yoohee berubah jadi merah berseri .
“kajja , jangan membuat mereka menunggu lama” ajak Siwon .
—————————————————
Semua anggota keluarga telah berkumpul di ruang keluarga . canda dan tawa mereka mengisi seisi ruangan tersebut . tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu , seorang perempuan dengan seragam pelayan yang lengkap muncul dari balik pintu .
“musun iriyeyo , Sooyeon-a ?” tanya Siwon kepada pelayannya yang baru saja masuk .
“silyejiman sajangnim , saya hanya ingin memberitahu bahwa keluarga Lee sudah tiba” jawab Sooyeon dengan posisi badan membungkuk .
“ah , sudah datang ? suruh mereka masuk !” perintah Kangin . Sooyeon pun membungkuk , lalu berjalan ke pintu meninggalkan ruangan . suasana di ruangan tersebut sontak berubah 180 derajat . tidak terdengar lagi suara tawa , melainkan hanya suara pembicaraan Siwon dan Kangin .
“tuan besar , tuan dan nyonya Lee sudah tiba” ucap Sooyeon . Kangin berdiri dan langsung menghampiri sahabat karibnya , Lee Hankyung .
“aigoo~ , Hankyung-a sudah lama sekali kita tidak bertemu” ucap Kangin lalu menjabat tangan Hankyung .
“ne , sudah lama sekali . terakhir kita ketemu , Yoohee dan Eunhyuk masih sangat kecil sekali” jawab Hankyung , diikuti oleh tawa mereka berdua .
“hahaha , ayo silahkan duduk . aigoo~ , ini pasti Eunhyuk ? wah , kamu sudah besar ya sekarang” ucap Kangin sambil menepuk pundak Eunhyuk . Eunhyuk pun tersenyum manis , lalu membungkuk memberi hormat .
“annyeong , Siwon hyung” panggil Gikwang . Siwon pun tersenyum menghampiri Gikwang , berjabat tangan , dan berpelukan layaknya sahabat yang sudah lama tidak bertemu .
Pembicaraan antara keluarga Lee dan Choi pun dimulai . berawal dari pembicaraan masa lalu persahabatan Kangin dan Hankyung hingga rencana mereka tentang perjodohan cucu mereka . Sontak pembicaraan tentang rencana perjodohan ini membuat Minho , Sooyoung , dan Yoohee resah . posisi mereka duduk mulai terasa tidak nyaman , perasaan mereka masing-masing pun berdebar-debar . Sulli melihat ketiga anaknya yang mulai resah pun mengerti dan berusaha menenangkan mereka dengan membisikkan beberapa kalimat .
“jadi , haraboji dan Hankyung sudah setuju akan menjodohkan seorang cucu haraboji dengan cucu Hankyung . bukankah begitu Hankyung’ssi ?”
“ne .. benar sekali Kangin’ssi . Eunhyuk-a , kamu akan haraboji jodohkan dengan Yoohee”
“geure ! aigoo~ coba lihat mereka berdua . Eunhyuk terlihat sangat tampan . Yoohee juga sangat cantik . mereka pasti akan menjadi pasangan yang serasi”
“benar . bagaimana Eunhyuk ? haraboji tidak ingin dengar kata penolakan dari mulutmu . rencana ini sudah disusun matang sejak kamu berumur 3 tahun”
Yoohee pun terpaku ditempat ia duduk . Sooyoung yang duduk di samping kirinya berusaha menguatkan Yoohee dengan menggenggam tangannya . begitu juga dengan Minho .
“Yoohee-a , gwencahnna ?” tanya Minho . Yoohee mengangguk kecil , matanya sudah memerah dan mulai berkaca-kaca . Taeyon yang menyadari ada perubahan dengan wajah ketiga cucunya pun bertanya .
“waeyo , Yoohee-a ?” tanya Taeyon yang membuat Kangin , Hongki , Jinki , Yoobin , dan Eunhyuk menatap Yoohee yang sudah tertunduk sedih .
“halmoni … haraboji … bolehkah aku menolak perjodohan ini ?” tanya Yoohee lembut . ia berusaha menahan tangisnya dengan tersenyum . Kangin dan Hongki pun terkejut mendengar pertanyaan Yoohee tersebut .
“mworago ? gundae , waeyo , Yoohee-a ?” tanya Taeyon .
“aku sudah punya namjachingu . dan .. selain dia , aku tidak mau . jeongmal mianhaeyo , harboji . nae shireo” ucap Yoohee . Kangin pun menghela napas panjang , ekspresinya berubah seketika .
“ANDWAE ! perjodohan ini sudah haraboji susun dengan baik . kamu dan Eunhyuk sudah dijodohkan sejak kecil dan kamu tidak bisa menolaknya !” ucap Kangin tegas . “soal namjachingumu , mungkin dia tidak lebih baik dari Eunhyuk . haraboji tau apa yang terbaik untukmu , Yoohee-a . haraboji tidak ingin mendengar apa-apa lagi . pokoknya , pertunangan kalian akan dilaksanakan 2 minggu lagi” tambah Kangin dengan suara selembut mungkin . Yoohee semakin tertunduk mendengar ucapan harabojinya tersebut . tiba-tiba , ia merasakan rasa sakit yang hebat di bagian perutnya .
“oppa , perutku sakit … ottokhe ?” bisik Yoohee sambil menggenggam tangan Minho erat . Minho pun menatap Yoohee yang sudah pucat dengan cemas dan langsung berdiri .
“mianhaeyo , tiba-tiba aku ingat hari ini ada les piano dan Yoohee ada les biola , kami pergi dulu” ucap Minho lalu membopong Yoohee perlahan ke arah pintu .
“Minho-a , bagaimana jika Eunhyuk saja yang mengantar Yoohee ? biar mereka semakin dekat” saran Kangin menghentikan langkah Yoohee dan Minho . Yoohee menatap Minho dengan tatapan memelas dan menggeleng pelan .
“eopsoyo haraboji . merepotkan Eunhyuk saja . biarkan aku saja yang mengantar Yoohee . tempat les kami kan sama” tolak Minho lembut lalu berjalan meninggalkan ruangan . seketika pintu ruangan tersebut ditutup , Yoohee langsung memegang perutnya dan merintih kesakitan .
“oppa..a..apa..apayo…” rintih Yoohee . Minho pun semakin panic dan menggendong Yoohee langsung ke mobil menuju rumah sakit .
—————————————————
(February 15th 2010 , 9.10 PM , St. Marie Seoul Hospital)
Minho duduk di kursi lorong UGD , menunggu Yoohee yang masih ditangani oleh dokter . ia masih mengingat dengan jelas wajah kesakitan Yoohee selama perjalanan menuju rumah sakit . ia merasa kesal terhadap dirinya sendiri . terdengar suara langkah yang berlari menuju kearahnya . ia menatap ke arah suara tersebut , terlihat appa , umma , dan noonanya berlari dengan tergesa-gesa menghampirinya .
“Minho-a , Yoohee ottokhe ? gwenchanna ? huh ? umma malhae , Minho-a” ucap Sulli panic . Siwon pun merangkul Sulli , mencoba untuk menenangkannya .
“mollayo umma . semenjak tadi Yoohee masuk , dokter belum keluar sama sekali” jelas Minho . “darimana kalian tau kalau kami disini ?” tambah Minho .
“kami tau dari Sooyoung . tadi ia masuk ke kamar Yoohee untuk mengambil buku , lalu ia melihat biola Yoohee masih di kamarnya . dan juga sebenarnya kalian hari ini tidak ada les kan ? appa dan umma panic , langsung menuju kesini” jelas Siwon .
“jagi , sebenarnya anak kita sakit apa ? kalau hanya infeksi usus pasti tidak akan separah ini” tanya Sulli dengan suara yang mulai parau . Siwon menatap istrinya , memegang bahunya , menggeleng pelan . Tiba-tiba pintu ruang UGD terbuka dan terlihat seorang dokter keluar dari ruangan tersebut . Sooyoung dan Minho berdiri , menghampiri dokter tersebut .
“dokter , Yoohee ottokhe ? gwenchanna ?” tanya Minho panic . Sooyoung mengusap-usap pundak Minho , menenangkannya . sang dokter pun menghela napas pelan .
“apakan anda orang tua dari pasien ?” tanya sang dokter . Minho dan Sooyoung menggeleng bersama .
“kami orang tua Yoohee , dok . ada apa ?” ucap Siwon sambil merangkul Sulli yang sudah menangis .
“kondisi putri bapak dan ibu sangat mengkhawatirkan . untungnya dia kuat dan mampu melewati masa-masa sulitnya” jelas sang dokter . Siwon pun memejamkan mata dan mengucap syukur kepada Tuhan karena kondisi anaknya yang baik-baik saja .
“dokter , sebenarnya anak saya sakit apa ? kenapa infeksi ususnya parah sekali” tanya Sulli memberanikan diri untuk mendengar penjelasan dokter . sang dokter tertunduk dengan ekspresi tidak yakin .
“kami juga belum memastikan hal ini bu , tapi hipotesa kami saat ini , Yoohee mengidap kanker pankreas . tapi ini belum pasti . kami akan melakukan beberapa tes untuk memastikan hal ini” tangis Sulli pun pecah , tak kuasa menerima apa yang baru saja ia dengar . ia tidak percaya bahwa putri bungsu kesayangannya akan mengidap penyakit mengerikan itu .
“umma , tenanglah . dokter bilang itu belum pasti . Yoohee tidak mungkin mengidap penyakit itu . Yoohee akan baik-baik saja” jelas Sooyoung , memeluk Sulli . Minho dan Siwon pun berusaha menenangkan Sulli .
“dokter , tolong lakukan tes pemeriksaan itu secepatnya . saya yakin anak saya tidak mungkin mengidap penyakit itu” jelas Siwon , memohon . sang dokter pun menangguk .
“saya akan melakukan tes tersebut secepatnya pak . tapi kami pihak dokter harus menunggu kondisi Yoohee stabil . kalau begitu , saya permisi” ucap sang dokter .
“umma , uljima . Yoohee gwenchanna . gwenchanna . Minho yakin Yoohee akan baik-baik saja”
“……”
“geurom , yeobo-a . uljima . anak kita tidak akan kenapa-kenapa . sst , uljima” ucap Siwon , memeluk Sulli . Sulli menangis semakin nyaring , tak kuasa menerima kenyataan .
—————————————————
(February 16th 2010 , 8.07 AM , St. Marie Seoul Hospital - Room 1510)
Sudah 3 jam berlalu semenjak Yoohee dipindahkan dari ruang UGD ke ruang inap pasien . ruangan tersebut sunyi sepi , hanya terdengar bunyi dari monitor pemantau detak jantung dan isak tangis Sulli . Minho dan Sooyoung duduk di sofa sambil membaca buku-buku tentang penyakit kanker , sedangkan Sulli duduk sambil memandangi anak bungsunya , mengenggam tangan kanannya . air matanya terus mengalir tak henti .
“engghhh…” erang Yoohee pelan , sontak Minho , Sooyoung , dan Sulli langsung menatap Yoohee lega . Sulli langsung berdiri dan mengusap rambut Yoohee .
“Yoohee-a..” panggil Sulli memastikan . Yoohee membuka kedua matanya perlahan , menatap sekitar ruangan , lalu menatap ummanya .
“umma .. Minho oppa .. Sooyoung unnie ..” ucap Yoohee lemah sambil tersenyum . Sooyoung tersenyum lega melihat yeodongsaengnya yang sudah sadar .
“mmhm . umma disini sayang . masih sakit ?” tanya Sulli cemas . Yoohee menatap Sulli , terenyum lalu menggeleng pelan . perlahan tangan kiri Yoohee mengusap lembut pipi kanan Sulli , mengusap lembut air mata Sulli yang mengalir .
“umma , yomnyo masipsiyo . nae gwenchanna . uljima . hmm ?” ucap Yoohee menenangkan . Sulli menggenggam tangan anaknya yang mengusap pipinya .
“Yoohee-a , aigoo . gwenchanna ?” ucap Taeyon panic yang tiba-tiba datang . Yoohee mengangguk pelan tersenyum menjawab kepanikan halmoninya itu . suasana ruangan tersebut pun berubah seketika . suasana kelegaan dan bahagia mulai mengisi ruangan tersebut , hingga terdengar suara ketukan pintu . seorang dokter dan dua orang pasien masuk ke ruangan tersebut dan memeriksa keadaan Yoohee .
“dokter , bagaimana hasil testnya ?” tanya Sulli agak berbisik . ia tidak mau anaknya mengetahui tentang apa yang terjadi pada tubuhnya . sang dokter pun menatap Sulli dengan tatapan simpati , sama seperti kemarin malam .
“kita bicarakan ini di ruangan saya saja , bu” saran dokter . Sulli pun mengangguk lalu menghampiri anaknya sejenak yang sedang di periksa suster . ia mengecup kening Yoohee .
“umma tinggal sebentar ya . Yoohee sama halmoni , Minhoo , dan Sooyoung ya” ucap Sulli dan dibalas anggukan pelan oleh Yoohee .
-----------------------------------
(February 16th 2010 , 9.10 AM , Dr. Kim’s Office)
Sulli berjalan menuju ruangan sang dokter dengan perasaan tidak enak . ia berhenti di depan sebuah pintu berwarna putih . ia ragu untuk mengetuk pintuk tersebut . ia takut jika perasaan tidak enaknya akan terjadi . tapi pada akhirnya , ia mengetuk pintu ruangan kerja dokter , lalu membuka pintunya .
“permisi dokter..”
“ne, oso duro osipsiyo” ucap sang dokter . Sulli pun melangkah masuk dan duduk di kursi yang terletak dekat meja kerja sang dokter . sang dokter pun mengeluarkan sebuah map berwarna coklat dari tumpukan map-map lainnnya .
“bagaimana keadaan anak saya dokter ?”
“menurut hasil test yang telah kami lakukan kemarin , Yoohee positif terserang kanker pankreas”
“a…apa dok ?”
“Yoohee mengidap penyakit kanker pankreas . pada umumnya penyakit ini disebabkan oleh kebiasaan merokok yang berlebihan . tapi , ketika kami melakukan pemeriksaan terhadap paru-paru Yoohee , tidak ada flek sedikit pun pada paru-parunya . kami simpulkan , penyakit ini merupakan keturunan dari pihak keluarga” jelas sang dokter . Sulli pun terdiam mendengar penjelasan sang dokter . ia mengingat ayahnya yang dulu juga mengidap penyakit yang sama dan akhirnya meninggal . ia tidak menginginkan hal yang sama terjadi pada putrinya .
“apakah dari pihak keluarga ibu ada yang terserang penyakit ini ?” tanya sang dokter membuyarkan lamunan Sulli . Sulki menatap sang dokter , mengangguk pelan .
“ada dokter . ayah saya mengidap penyakit yang sama” jawab Sulli . “seberapa parah penyebaran sel kankernya dok ?” lanjut Sulli . sang dokter menghela napas pelan , lalu membuka map yang tadi ia siapkan . ia memutar map tersebut , lalu menunjukkan hasil test Yoohee .
“penyebaran sel kankernya belum begitu mengkhawatirkan . masih dapat diatasi dengan pemberian suntikan antibiotic . akan tetapi , kami belum dapat memprediksikan dengan pasti perkembangan sel kanker tersebut untuk kedepannya . kami menetapkan kanker pankreas Yoohee kini berada di stadium 2 ” jelas sang dokter .
“oh Tuhan .. apakah ada cara untuk menghentikan peredaran sel kankernya ini dokter ?”
“ada . dapat dengan cara terapi radiasi atau dengan kemoterapi”
“berapa persen kemungkinan berhentinya peredaran sel kankernya dokter ?”
“saya tidak dapat memastikannya . karna semua hasil terapi kembali pada kekuatan kondisi tubuh Yoohee sendiri”
“……”
“mungkin untuk mengatasi peredarannya , ibu bisa menjaga pola makan dan kegiatan Yoohee . ia tidak boleh terlalu lelah , dan makanannya juga tidak boleh yang fastfood dan yang bersifat keras . biasakan makan yang berbentuk steam dan bersifat lembut”
“baik dokter . terima kasih . saya akan membicarakannya dulu dengan suami saya . saya permisi” ucap Sulli , berjabat tangan dengan sang dokter lalu meninggalkan ruangan tersebut . ia berjalan gontai menuju kamar anaknya dengan pikiran dan perasaan yang kacau . ia tidak sanggup menerima kenyataan yang menyakitkan . ia menghentikan langkahnya , lau bersandar di dinding lorong menuju kamar Yoohee .
“appa .. kenapa .. kenapa harus Yoohee yang kena penyakit ini ? waeyo..” ucap Sulli lirih . air matanya pun mengalir lagi . ia duduk dan merangkul kedua kakinya . ia menangis tertahan . Siwon yang melihat istrinya dari ujung lorong langsung berlari menghampiri istrinya dan memeluknya .
“waeyo , Sulli-a ? hmmm ? waeyo ?” tanya Siwon . Sulli terus menangis dalam pelukan Siwon .
“Yoohee .. Yoohee mengidap kanker pankreas , yeobo” ucap Sulli dengan suara yang parau dan masih menangis . Siwon terkejut dan terpaku mendengar ucapan istrinya . air mata Siwon pun mengalir tanpa disadarinya . ia memeluk Sulli semakin erat , mengusap rambut panjang istrinya , lalu mengecup rambutnya .
“gwenchanna , yeobo . anak kita akan baik-baik saja . sst .. uljima .. Yoohee akan sembuh . pasti . tidak akan terulang kejadian sama seperti appa . tidak akan terulang”
-------------------------------------
(February 16th 2010 , 9.55 AM , Room 1510)
“oppa , umma kok lama banget yah ?” tanya Yoohee yang sedang disuapi bubur oleh Sooyoung . Minho menggeleng pelan dan menunjukkan senyum manisnya .
“mollayo . mungkin sekalian ambil obat di bawah” jawab Minho asal . tiba-tiba terdengar lagu Calling Out dari handphone Taeyon . Taeyon pun mengambil handphone dari dalam tasnya , lalu mengangkat telepon ynag masuk .
“yeoboseo ? …. Ahh yeobo , waeyo ? … nae ? lagi di rumah sakit …. Yoohee sakit yeobo .. ahh , araseo .. ne…” ucap Taeyon di telepon yang menyita perhatian ketiga cucunya .
“nuguya , halmoni ?” tanya Sooyoung . Taeyon memasukkan kembali handphonenya ke dalam tasnya , lalu mengambil blazer abu-abunya yang terletak di sofa .
“haraboji kalian . halmoni pergi dulu ya . ada urusan dengan harabojimu . Sooyoung-a , Minho-a , jaga dongsaeng kalian baik-baik . Yoohee-a , istirahat yang cukup , makan yang banyak ! araseo ? halmoni pergi dulu ya . bilang pada ummamu” ucap Taeyon lalu mengecup kening cucu-cucunya satu per satu , dan meninggalkan ruangan tersebut .
“unnie-a , oppa-a .. sebenarnya .. aku sudah tau aku sakit apa” ucap Yoohee sambil tersenyum . Sooyoung dan Minho sontak terkejut dan langsung menatap Yoohee .
“darimana kamu tau , Yoohee-a ?” tanya Minho cemas .
“waktu aku pertama kali sakit , dokter sudah melakukan test kesehatan lanjut . dan hasilnya , aku bukan sakit infeksi usus” jelas Yoohee . Sooyoung menangis melihat dongsaengnya yang masih mampu tersenyum dengan kondisinya yang seperti itu . “mianhaeyo , unnie , oppa . aku berbohong pada kalian . aku hanya ngga mau membuat kalian khawatir” lanjut Yoohee .
“Yoonie-a , kenapa kamu ngga bilang dari dulu ? huh ? waktu itu dokter bilang apa ?” ucap Sooyoung dengan suara parau diiringi dengan isak tangisnya .
“dokter bilang kalau aku sakit kanker pankreas . mianhae unnie . aku tidak mau membebani pikiran kalian”
“Yoohee-a , kamu sama sekali ngga membebani pikiran kami . aishh~~” ucap Minho lalu memeluk dongsaengnya .
“nae gwenchanna , oppa , unnie . oh ya . jangan beritahu Junhyung ya . aku ngga mau dia tau soal ini” ucap Yoohee dengan suaranya yang riang . Sooyoung memejamkan matanya sejenak lalu mengangguk .
“ne , aku ngga akan memberitahukan Junhyung . yomnyo masipsiyo” ucap Sooyoung lalu ikut memeluk dongsaengnya .
-to be continue ^^-
Author : Marchellyne Kim
Genre : Romance ; Parenthood ; Friendship
Cast :
• Yong Junhyung
• Marchellyne Kim as Choi Yoohee
• Choi Siwon
• Sulli
• Choi Minho
• Choi Sooyoung
• Kim Youngwoon
• Kim Taeyon
• Hankyung
• Lee Gikwang
• Kim Yoobin
• Lee Hyukjae
—————————————————
Author POV
Seorang namja berjalan menyusuri lorong . ia berjalan gontai tanpa tujuan dengan perasaan campur aduk . ia berhenti di depan sebuah pintu kamar berwarna hijau muda , dengan ragu ia mengarahkan tangannya untuk menggenggam gagang pintu . tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dan membuatnya terkejut . ia menengok ke orang yang menepuk pundaknya tersebut .
“Junhyung-a , masuklah . dia sudah lama menunggumu” ucap Sooyoung dengan senyum dan mata yang berkaca-kaca . Junhyung hanya bisa menunduk sambil memegangi gagang pintu .
“aku..aku ngga bisa masuk , Sooyoung-a . aku..ngga pantas untuk menemuinya lagi” jawab Junhyung dengan suara bergetar . air mata Junhyung pun tak kuasa lagi untuk dibendung , mengalir membasahi pipinya . Sooyoung memeluk Junhyung , mencoba menenangkannya .
“aniyo , Junhyung-a . kamu harus tetap menemuinya . dia sudah berjuang demi Yoojun . dia mempertahankan Yoojun demi kamu . dia sayang kamu dan juga Yoojun . temui dia , Junhyung-a”
“………”
“ayo , Yoojun appa . temui yeojamu” saran Sooyoung , membukakan pintu kamar pasien bernomor 1203 tersebut . Junhyung memberanikan diri , melangkah masuk ke dalam kamar tersebut , menemui seorang yang sangat dicintainya .
Ia melangkah masuk dan melihat seorang yeoja yang tertidur di atas tempat tidur dengan selang infus , oksigen , dan pemantau detak jantung di tubuhnya . Junhyung terkejut melihat kondisi yeoja tersebut , menatapnya tidak percaya . yeoja yang sangat ia cintai , kini terbaring lemah di atas tempat tidur , dengan keadaan koma . ia berjalan menghampiri yeoja itu dan memegang tangan kirinya . air matanya pun mengalir tak terbendung sambil terus menatap yeoja itu dalam .
“Yoohee-a … ireona ..oppa disini …ireona jagiya…jangan tidur terus” ucap Junhyung dengan suara parau karena tangisnya yang semakin menjadi-jadi .
“Yoohee-a … mianhae .. mianhaeyo … jeongmal mianhaeyo .. harusnya oppa ngga ninggalin kamu yang lagi hamil dan sakit waktu itu . harusnya oppa dampingin kamu waktu itu . mianhae .. jeongmal mianhae … Yoohee-a , ireona… mi…” ucap Junhyung terputus , ia pun tak mampu melanjutkannya dan juga tak mampu menahan tangisnya . ia tertunduk di tangan Yoohee , menangis penuh sesal .
Flashback 11 months ago
(February 15th 2010 , 7.07 PM , Choi’s Family House)
“umma , kenapa haraboji mendadak ingin mengadakan makan malam di rumah kita ?” tanya Yoohee yang sedang dirias oleh Sulli . Sulli tersenyum melihat putri bungsunya , lalu meletakkan sisir di meja rias .
“umma juga ngga tau sayang . mungkin sudah lama sekali kita tidak makan malam bersama , haraboji dan halmoni kangen sama kita” jawab Sulli sambil mengoleskan lipstick di bibir mungil anaknya . Yoohee mengangguk kecil pertanda mengerti . tiba-tiba Siwon membuka pintu kamar Yoohee dan melangkah masuk menghampiri istri dan anaknya tersebut .
“aigoo~ , coba lihat anak appa yang satu ini . neomu yeppo , Yoohee-a” puji Siwon sambil merangkul pinggul Sulli . Sulli tersenyum dan mengangguk setuju dengan ucapan suaminya .
“jeongmal ? gumawo appaa~~” ucap Yoohee lalu memeluk Siwon . Siwon membalas pelukan anaknya tersebut , lalu mencium keningnya .
“appa ! umma ! Yoohee-a ! haraboji dan halmoni sudah datang” ucap Minho di depan pintu yang sontak membuat mereka bertiga menoleh kearah Minho . “aigoo~ , Yoohee-a , neomu yeppo !” tambah Minho . pipi Yoohee berubah jadi merah berseri .
“kajja , jangan membuat mereka menunggu lama” ajak Siwon .
—————————————————
Semua anggota keluarga telah berkumpul di ruang keluarga . canda dan tawa mereka mengisi seisi ruangan tersebut . tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu , seorang perempuan dengan seragam pelayan yang lengkap muncul dari balik pintu .
“musun iriyeyo , Sooyeon-a ?” tanya Siwon kepada pelayannya yang baru saja masuk .
“silyejiman sajangnim , saya hanya ingin memberitahu bahwa keluarga Lee sudah tiba” jawab Sooyeon dengan posisi badan membungkuk .
“ah , sudah datang ? suruh mereka masuk !” perintah Kangin . Sooyeon pun membungkuk , lalu berjalan ke pintu meninggalkan ruangan . suasana di ruangan tersebut sontak berubah 180 derajat . tidak terdengar lagi suara tawa , melainkan hanya suara pembicaraan Siwon dan Kangin .
“tuan besar , tuan dan nyonya Lee sudah tiba” ucap Sooyeon . Kangin berdiri dan langsung menghampiri sahabat karibnya , Lee Hankyung .
“aigoo~ , Hankyung-a sudah lama sekali kita tidak bertemu” ucap Kangin lalu menjabat tangan Hankyung .
“ne , sudah lama sekali . terakhir kita ketemu , Yoohee dan Eunhyuk masih sangat kecil sekali” jawab Hankyung , diikuti oleh tawa mereka berdua .
“hahaha , ayo silahkan duduk . aigoo~ , ini pasti Eunhyuk ? wah , kamu sudah besar ya sekarang” ucap Kangin sambil menepuk pundak Eunhyuk . Eunhyuk pun tersenyum manis , lalu membungkuk memberi hormat .
“annyeong , Siwon hyung” panggil Gikwang . Siwon pun tersenyum menghampiri Gikwang , berjabat tangan , dan berpelukan layaknya sahabat yang sudah lama tidak bertemu .
Pembicaraan antara keluarga Lee dan Choi pun dimulai . berawal dari pembicaraan masa lalu persahabatan Kangin dan Hankyung hingga rencana mereka tentang perjodohan cucu mereka . Sontak pembicaraan tentang rencana perjodohan ini membuat Minho , Sooyoung , dan Yoohee resah . posisi mereka duduk mulai terasa tidak nyaman , perasaan mereka masing-masing pun berdebar-debar . Sulli melihat ketiga anaknya yang mulai resah pun mengerti dan berusaha menenangkan mereka dengan membisikkan beberapa kalimat .
“jadi , haraboji dan Hankyung sudah setuju akan menjodohkan seorang cucu haraboji dengan cucu Hankyung . bukankah begitu Hankyung’ssi ?”
“ne .. benar sekali Kangin’ssi . Eunhyuk-a , kamu akan haraboji jodohkan dengan Yoohee”
“geure ! aigoo~ coba lihat mereka berdua . Eunhyuk terlihat sangat tampan . Yoohee juga sangat cantik . mereka pasti akan menjadi pasangan yang serasi”
“benar . bagaimana Eunhyuk ? haraboji tidak ingin dengar kata penolakan dari mulutmu . rencana ini sudah disusun matang sejak kamu berumur 3 tahun”
Yoohee pun terpaku ditempat ia duduk . Sooyoung yang duduk di samping kirinya berusaha menguatkan Yoohee dengan menggenggam tangannya . begitu juga dengan Minho .
“Yoohee-a , gwencahnna ?” tanya Minho . Yoohee mengangguk kecil , matanya sudah memerah dan mulai berkaca-kaca . Taeyon yang menyadari ada perubahan dengan wajah ketiga cucunya pun bertanya .
“waeyo , Yoohee-a ?” tanya Taeyon yang membuat Kangin , Hongki , Jinki , Yoobin , dan Eunhyuk menatap Yoohee yang sudah tertunduk sedih .
“halmoni … haraboji … bolehkah aku menolak perjodohan ini ?” tanya Yoohee lembut . ia berusaha menahan tangisnya dengan tersenyum . Kangin dan Hongki pun terkejut mendengar pertanyaan Yoohee tersebut .
“mworago ? gundae , waeyo , Yoohee-a ?” tanya Taeyon .
“aku sudah punya namjachingu . dan .. selain dia , aku tidak mau . jeongmal mianhaeyo , harboji . nae shireo” ucap Yoohee . Kangin pun menghela napas panjang , ekspresinya berubah seketika .
“ANDWAE ! perjodohan ini sudah haraboji susun dengan baik . kamu dan Eunhyuk sudah dijodohkan sejak kecil dan kamu tidak bisa menolaknya !” ucap Kangin tegas . “soal namjachingumu , mungkin dia tidak lebih baik dari Eunhyuk . haraboji tau apa yang terbaik untukmu , Yoohee-a . haraboji tidak ingin mendengar apa-apa lagi . pokoknya , pertunangan kalian akan dilaksanakan 2 minggu lagi” tambah Kangin dengan suara selembut mungkin . Yoohee semakin tertunduk mendengar ucapan harabojinya tersebut . tiba-tiba , ia merasakan rasa sakit yang hebat di bagian perutnya .
“oppa , perutku sakit … ottokhe ?” bisik Yoohee sambil menggenggam tangan Minho erat . Minho pun menatap Yoohee yang sudah pucat dengan cemas dan langsung berdiri .
“mianhaeyo , tiba-tiba aku ingat hari ini ada les piano dan Yoohee ada les biola , kami pergi dulu” ucap Minho lalu membopong Yoohee perlahan ke arah pintu .
“Minho-a , bagaimana jika Eunhyuk saja yang mengantar Yoohee ? biar mereka semakin dekat” saran Kangin menghentikan langkah Yoohee dan Minho . Yoohee menatap Minho dengan tatapan memelas dan menggeleng pelan .
“eopsoyo haraboji . merepotkan Eunhyuk saja . biarkan aku saja yang mengantar Yoohee . tempat les kami kan sama” tolak Minho lembut lalu berjalan meninggalkan ruangan . seketika pintu ruangan tersebut ditutup , Yoohee langsung memegang perutnya dan merintih kesakitan .
“oppa..a..apa..apayo…” rintih Yoohee . Minho pun semakin panic dan menggendong Yoohee langsung ke mobil menuju rumah sakit .
—————————————————
(February 15th 2010 , 9.10 PM , St. Marie Seoul Hospital)
Minho duduk di kursi lorong UGD , menunggu Yoohee yang masih ditangani oleh dokter . ia masih mengingat dengan jelas wajah kesakitan Yoohee selama perjalanan menuju rumah sakit . ia merasa kesal terhadap dirinya sendiri . terdengar suara langkah yang berlari menuju kearahnya . ia menatap ke arah suara tersebut , terlihat appa , umma , dan noonanya berlari dengan tergesa-gesa menghampirinya .
“Minho-a , Yoohee ottokhe ? gwenchanna ? huh ? umma malhae , Minho-a” ucap Sulli panic . Siwon pun merangkul Sulli , mencoba untuk menenangkannya .
“mollayo umma . semenjak tadi Yoohee masuk , dokter belum keluar sama sekali” jelas Minho . “darimana kalian tau kalau kami disini ?” tambah Minho .
“kami tau dari Sooyoung . tadi ia masuk ke kamar Yoohee untuk mengambil buku , lalu ia melihat biola Yoohee masih di kamarnya . dan juga sebenarnya kalian hari ini tidak ada les kan ? appa dan umma panic , langsung menuju kesini” jelas Siwon .
“jagi , sebenarnya anak kita sakit apa ? kalau hanya infeksi usus pasti tidak akan separah ini” tanya Sulli dengan suara yang mulai parau . Siwon menatap istrinya , memegang bahunya , menggeleng pelan . Tiba-tiba pintu ruang UGD terbuka dan terlihat seorang dokter keluar dari ruangan tersebut . Sooyoung dan Minho berdiri , menghampiri dokter tersebut .
“dokter , Yoohee ottokhe ? gwenchanna ?” tanya Minho panic . Sooyoung mengusap-usap pundak Minho , menenangkannya . sang dokter pun menghela napas pelan .
“apakan anda orang tua dari pasien ?” tanya sang dokter . Minho dan Sooyoung menggeleng bersama .
“kami orang tua Yoohee , dok . ada apa ?” ucap Siwon sambil merangkul Sulli yang sudah menangis .
“kondisi putri bapak dan ibu sangat mengkhawatirkan . untungnya dia kuat dan mampu melewati masa-masa sulitnya” jelas sang dokter . Siwon pun memejamkan mata dan mengucap syukur kepada Tuhan karena kondisi anaknya yang baik-baik saja .
“dokter , sebenarnya anak saya sakit apa ? kenapa infeksi ususnya parah sekali” tanya Sulli memberanikan diri untuk mendengar penjelasan dokter . sang dokter tertunduk dengan ekspresi tidak yakin .
“kami juga belum memastikan hal ini bu , tapi hipotesa kami saat ini , Yoohee mengidap kanker pankreas . tapi ini belum pasti . kami akan melakukan beberapa tes untuk memastikan hal ini” tangis Sulli pun pecah , tak kuasa menerima apa yang baru saja ia dengar . ia tidak percaya bahwa putri bungsu kesayangannya akan mengidap penyakit mengerikan itu .
“umma , tenanglah . dokter bilang itu belum pasti . Yoohee tidak mungkin mengidap penyakit itu . Yoohee akan baik-baik saja” jelas Sooyoung , memeluk Sulli . Minho dan Siwon pun berusaha menenangkan Sulli .
“dokter , tolong lakukan tes pemeriksaan itu secepatnya . saya yakin anak saya tidak mungkin mengidap penyakit itu” jelas Siwon , memohon . sang dokter pun menangguk .
“saya akan melakukan tes tersebut secepatnya pak . tapi kami pihak dokter harus menunggu kondisi Yoohee stabil . kalau begitu , saya permisi” ucap sang dokter .
“umma , uljima . Yoohee gwenchanna . gwenchanna . Minho yakin Yoohee akan baik-baik saja”
“……”
“geurom , yeobo-a . uljima . anak kita tidak akan kenapa-kenapa . sst , uljima” ucap Siwon , memeluk Sulli . Sulli menangis semakin nyaring , tak kuasa menerima kenyataan .
—————————————————
(February 16th 2010 , 8.07 AM , St. Marie Seoul Hospital - Room 1510)
Sudah 3 jam berlalu semenjak Yoohee dipindahkan dari ruang UGD ke ruang inap pasien . ruangan tersebut sunyi sepi , hanya terdengar bunyi dari monitor pemantau detak jantung dan isak tangis Sulli . Minho dan Sooyoung duduk di sofa sambil membaca buku-buku tentang penyakit kanker , sedangkan Sulli duduk sambil memandangi anak bungsunya , mengenggam tangan kanannya . air matanya terus mengalir tak henti .
“engghhh…” erang Yoohee pelan , sontak Minho , Sooyoung , dan Sulli langsung menatap Yoohee lega . Sulli langsung berdiri dan mengusap rambut Yoohee .
“Yoohee-a..” panggil Sulli memastikan . Yoohee membuka kedua matanya perlahan , menatap sekitar ruangan , lalu menatap ummanya .
“umma .. Minho oppa .. Sooyoung unnie ..” ucap Yoohee lemah sambil tersenyum . Sooyoung tersenyum lega melihat yeodongsaengnya yang sudah sadar .
“mmhm . umma disini sayang . masih sakit ?” tanya Sulli cemas . Yoohee menatap Sulli , terenyum lalu menggeleng pelan . perlahan tangan kiri Yoohee mengusap lembut pipi kanan Sulli , mengusap lembut air mata Sulli yang mengalir .
“umma , yomnyo masipsiyo . nae gwenchanna . uljima . hmm ?” ucap Yoohee menenangkan . Sulli menggenggam tangan anaknya yang mengusap pipinya .
“Yoohee-a , aigoo . gwenchanna ?” ucap Taeyon panic yang tiba-tiba datang . Yoohee mengangguk pelan tersenyum menjawab kepanikan halmoninya itu . suasana ruangan tersebut pun berubah seketika . suasana kelegaan dan bahagia mulai mengisi ruangan tersebut , hingga terdengar suara ketukan pintu . seorang dokter dan dua orang pasien masuk ke ruangan tersebut dan memeriksa keadaan Yoohee .
“dokter , bagaimana hasil testnya ?” tanya Sulli agak berbisik . ia tidak mau anaknya mengetahui tentang apa yang terjadi pada tubuhnya . sang dokter pun menatap Sulli dengan tatapan simpati , sama seperti kemarin malam .
“kita bicarakan ini di ruangan saya saja , bu” saran dokter . Sulli pun mengangguk lalu menghampiri anaknya sejenak yang sedang di periksa suster . ia mengecup kening Yoohee .
“umma tinggal sebentar ya . Yoohee sama halmoni , Minhoo , dan Sooyoung ya” ucap Sulli dan dibalas anggukan pelan oleh Yoohee .
-----------------------------------
(February 16th 2010 , 9.10 AM , Dr. Kim’s Office)
Sulli berjalan menuju ruangan sang dokter dengan perasaan tidak enak . ia berhenti di depan sebuah pintu berwarna putih . ia ragu untuk mengetuk pintuk tersebut . ia takut jika perasaan tidak enaknya akan terjadi . tapi pada akhirnya , ia mengetuk pintu ruangan kerja dokter , lalu membuka pintunya .
“permisi dokter..”
“ne, oso duro osipsiyo” ucap sang dokter . Sulli pun melangkah masuk dan duduk di kursi yang terletak dekat meja kerja sang dokter . sang dokter pun mengeluarkan sebuah map berwarna coklat dari tumpukan map-map lainnnya .
“bagaimana keadaan anak saya dokter ?”
“menurut hasil test yang telah kami lakukan kemarin , Yoohee positif terserang kanker pankreas”
“a…apa dok ?”
“Yoohee mengidap penyakit kanker pankreas . pada umumnya penyakit ini disebabkan oleh kebiasaan merokok yang berlebihan . tapi , ketika kami melakukan pemeriksaan terhadap paru-paru Yoohee , tidak ada flek sedikit pun pada paru-parunya . kami simpulkan , penyakit ini merupakan keturunan dari pihak keluarga” jelas sang dokter . Sulli pun terdiam mendengar penjelasan sang dokter . ia mengingat ayahnya yang dulu juga mengidap penyakit yang sama dan akhirnya meninggal . ia tidak menginginkan hal yang sama terjadi pada putrinya .
“apakah dari pihak keluarga ibu ada yang terserang penyakit ini ?” tanya sang dokter membuyarkan lamunan Sulli . Sulki menatap sang dokter , mengangguk pelan .
“ada dokter . ayah saya mengidap penyakit yang sama” jawab Sulli . “seberapa parah penyebaran sel kankernya dok ?” lanjut Sulli . sang dokter menghela napas pelan , lalu membuka map yang tadi ia siapkan . ia memutar map tersebut , lalu menunjukkan hasil test Yoohee .
“penyebaran sel kankernya belum begitu mengkhawatirkan . masih dapat diatasi dengan pemberian suntikan antibiotic . akan tetapi , kami belum dapat memprediksikan dengan pasti perkembangan sel kanker tersebut untuk kedepannya . kami menetapkan kanker pankreas Yoohee kini berada di stadium 2 ” jelas sang dokter .
“oh Tuhan .. apakah ada cara untuk menghentikan peredaran sel kankernya ini dokter ?”
“ada . dapat dengan cara terapi radiasi atau dengan kemoterapi”
“berapa persen kemungkinan berhentinya peredaran sel kankernya dokter ?”
“saya tidak dapat memastikannya . karna semua hasil terapi kembali pada kekuatan kondisi tubuh Yoohee sendiri”
“……”
“mungkin untuk mengatasi peredarannya , ibu bisa menjaga pola makan dan kegiatan Yoohee . ia tidak boleh terlalu lelah , dan makanannya juga tidak boleh yang fastfood dan yang bersifat keras . biasakan makan yang berbentuk steam dan bersifat lembut”
“baik dokter . terima kasih . saya akan membicarakannya dulu dengan suami saya . saya permisi” ucap Sulli , berjabat tangan dengan sang dokter lalu meninggalkan ruangan tersebut . ia berjalan gontai menuju kamar anaknya dengan pikiran dan perasaan yang kacau . ia tidak sanggup menerima kenyataan yang menyakitkan . ia menghentikan langkahnya , lau bersandar di dinding lorong menuju kamar Yoohee .
“appa .. kenapa .. kenapa harus Yoohee yang kena penyakit ini ? waeyo..” ucap Sulli lirih . air matanya pun mengalir lagi . ia duduk dan merangkul kedua kakinya . ia menangis tertahan . Siwon yang melihat istrinya dari ujung lorong langsung berlari menghampiri istrinya dan memeluknya .
“waeyo , Sulli-a ? hmmm ? waeyo ?” tanya Siwon . Sulli terus menangis dalam pelukan Siwon .
“Yoohee .. Yoohee mengidap kanker pankreas , yeobo” ucap Sulli dengan suara yang parau dan masih menangis . Siwon terkejut dan terpaku mendengar ucapan istrinya . air mata Siwon pun mengalir tanpa disadarinya . ia memeluk Sulli semakin erat , mengusap rambut panjang istrinya , lalu mengecup rambutnya .
“gwenchanna , yeobo . anak kita akan baik-baik saja . sst .. uljima .. Yoohee akan sembuh . pasti . tidak akan terulang kejadian sama seperti appa . tidak akan terulang”
-------------------------------------
(February 16th 2010 , 9.55 AM , Room 1510)
“oppa , umma kok lama banget yah ?” tanya Yoohee yang sedang disuapi bubur oleh Sooyoung . Minho menggeleng pelan dan menunjukkan senyum manisnya .
“mollayo . mungkin sekalian ambil obat di bawah” jawab Minho asal . tiba-tiba terdengar lagu Calling Out dari handphone Taeyon . Taeyon pun mengambil handphone dari dalam tasnya , lalu mengangkat telepon ynag masuk .
“yeoboseo ? …. Ahh yeobo , waeyo ? … nae ? lagi di rumah sakit …. Yoohee sakit yeobo .. ahh , araseo .. ne…” ucap Taeyon di telepon yang menyita perhatian ketiga cucunya .
“nuguya , halmoni ?” tanya Sooyoung . Taeyon memasukkan kembali handphonenya ke dalam tasnya , lalu mengambil blazer abu-abunya yang terletak di sofa .
“haraboji kalian . halmoni pergi dulu ya . ada urusan dengan harabojimu . Sooyoung-a , Minho-a , jaga dongsaeng kalian baik-baik . Yoohee-a , istirahat yang cukup , makan yang banyak ! araseo ? halmoni pergi dulu ya . bilang pada ummamu” ucap Taeyon lalu mengecup kening cucu-cucunya satu per satu , dan meninggalkan ruangan tersebut .
“unnie-a , oppa-a .. sebenarnya .. aku sudah tau aku sakit apa” ucap Yoohee sambil tersenyum . Sooyoung dan Minho sontak terkejut dan langsung menatap Yoohee .
“darimana kamu tau , Yoohee-a ?” tanya Minho cemas .
“waktu aku pertama kali sakit , dokter sudah melakukan test kesehatan lanjut . dan hasilnya , aku bukan sakit infeksi usus” jelas Yoohee . Sooyoung menangis melihat dongsaengnya yang masih mampu tersenyum dengan kondisinya yang seperti itu . “mianhaeyo , unnie , oppa . aku berbohong pada kalian . aku hanya ngga mau membuat kalian khawatir” lanjut Yoohee .
“Yoonie-a , kenapa kamu ngga bilang dari dulu ? huh ? waktu itu dokter bilang apa ?” ucap Sooyoung dengan suara parau diiringi dengan isak tangisnya .
“dokter bilang kalau aku sakit kanker pankreas . mianhae unnie . aku tidak mau membebani pikiran kalian”
“Yoohee-a , kamu sama sekali ngga membebani pikiran kami . aishh~~” ucap Minho lalu memeluk dongsaengnya .
“nae gwenchanna , oppa , unnie . oh ya . jangan beritahu Junhyung ya . aku ngga mau dia tau soal ini” ucap Yoohee dengan suaranya yang riang . Sooyoung memejamkan matanya sejenak lalu mengangguk .
“ne , aku ngga akan memberitahukan Junhyung . yomnyo masipsiyo” ucap Sooyoung lalu ikut memeluk dongsaengnya .
-to be continue ^^-
Jumat, 12 November 2010
FF [NC-21] /R/1S/ First at 3424 - PROLOG
Title : First at 3424
Author : Marchellyne Kim
Genre : PG-17 / NC-21; Romane *under 17th ? step back please ^^*
Cast :
• Nabila as Kim Saejoon
• Kim Jongwoon as Yesung
• Henry Lau as Henry
—————————————————
Yesung PoV
Aku terpaku di tempatku berdiri kini . aku terkejut mendengar pernyataannya tadi . aku tidak percaya dengan ucapannya . ah.. mungkin aku sedang bermimpi . YA !! YESUNG WAKE UP !!
“ka..kamu serius ?” tanyaku memastikan . ia mengangguk pelan lalu menunduk . wajahnya memerah , dan kuyakini aku pun juga . aku mulai mendekatinya dan memeluknya . aku mencium rambutnya lembut , ia membalas pelukanku .
“nado . nae jeongmal saranghaeyo” ucapku .
Author PoV
“ya~~!! CUT !!” teriak sang sutradara , Henry dari kursi yang ia duduki . Yesung dan Saejoon langsung melepaskan pelukan mereka . Henry tersenyum puas lalu menghampiri Yesung dan Saejoon yang sedang sibuk dikerubungi oleh para kru make-up .
“good job , Yesung-ah , Saejoon-ah” ucap Henry dengan penuh semangat . Yesung tersenyum menanggapi ucapan Henry tersebut . Saejoon yang duduk tepat disamping kanan Yesung mulai memegangi kepalaya . Yesung menatap Saejoon yang sedang menahan rasa sakit .
“waeyo , Saejoon-ah ?” tanya Yesung cemas , Saejoon hanya menggeleng pelan sambil menunjukkan senyum kecilnya .
“gwenchanna , Yesung’ssi . cuma pusing” jawab Saejoon sambil memegangi kepalanya dengan tangan kirinya .
“aigoo~ ya sudah , kamu istirahat dulu ajah , Saejoon-ah” saran Henry
“gumawo , Henry oppa”
“Yesung-ah , kamu antar Saejoon ke hotel deh . nih kunci kamarnya . kamu tau kan kamar nomor berapa ? jagain Saejoon yah” ucap Henry tanpa jeda seraya memberikan kunci kepada Yesung . Yesung berdiri dan mengambil blazernya lalu memapah (?) Saejoon ke mobil .
—————————————————
SHINing Hotel , Room 3424
Saejoon menghela napas sambil melemparkan tas beserta blazer Yesung ke sofa ketika sampai di kamar hotel . ia menghempaskan (?) tubuhnya di atas sofa dan diikuti oleh Yesung . Yesung menatap Saejoon yang sedang memejamkan matanya . perlahan tangan mungil Yesung mulai membelai lembut rambut Saejoon . Saejoon membuka matanya dan menoleh ke Yesung dan tersenyum .
"Saejoon-ah , gwenchanna ?" tanya Yesung khawatir . Saejoon mengangguk lemah dan tersenyum kecil .
"ne oppa , gwenchanna .. hanya sedikit pusing"
"mianhae , aku tidak bisa memberi perhatian yang lebih ke kamu . padahal kamu yeojachinguku" sesal Yesung . Saejoon memegang pipi Yesung dengan kedua tangannya .
"oppa , gwenchanna . aku gapapa kok . oppa jangan khawatir" ucap Saejoon menenangkan Yesung . Yesung tersenyum tipis dan memegang tangan Saejoon yang sedang memegan pipinya . "oppa , aku mau tanya sesuatu" lanjut Saejoon sambil melepaskan kedua tangannya .
"mwoya , jagi ?" tanya Yesung
"apa akting sakitku tadi bagus ?" tanya Saejoon sambil tertawa tertahan . Yesung menatapnya terkejut dan memajukan bibirnya .
"YA !! kamu mengerjaiku jagi ? HUH ?!" ucap Yesung kesal dan ditanggapi tawa Saejoon .
"mian , jagiya . aku hanya lelah syuting seharian . aku ingin istirahat berdua denganmu" jelas Saejoon . "mian yah jagi . jangan ngambek dong . yah yah ?" rayu Saejoon . Yesung langsung meraih pinggang Saejoon mendekat dengannya hingga hidung mereka bersentuhan .
"mian ? segitu gampangnya kamu bilang mian , jagi ? kalau gitu .."
"buat apa ada polisi , pengacara , dan hakim . ya ya ya jagi . aku tau itu" lanjut Saejoon yang sudah hapal dengan kebiasaan namjachingunya . Yesung tersenyum evil dan berbisik di kuping Saejoon .
"kalau gitu , kamu harus mendapatkan sebuah hukuman dariku"
—————————————————
Saejoon PoV
"kalau gitu , kamu harus mendapatkan sebuah hukuman dariku" bisiknya dikupingku . jantungku rasanya mau meledak . ini pertama kalinya ia berada sangat dekat denganku . jujur , aku benar-benar berdebar-debar .
"ja...jagi..jangan ..ahh..ahh.."
"jalani saja hukumanmu ini , Kim Saejoon-ah"
to be continue ^^
Author : Marchellyne Kim
Genre : PG-17 / NC-21; Romane *under 17th ? step back please ^^*
Cast :
• Nabila as Kim Saejoon
• Kim Jongwoon as Yesung
• Henry Lau as Henry
—————————————————
Yesung PoV
Aku terpaku di tempatku berdiri kini . aku terkejut mendengar pernyataannya tadi . aku tidak percaya dengan ucapannya . ah.. mungkin aku sedang bermimpi . YA !! YESUNG WAKE UP !!
“ka..kamu serius ?” tanyaku memastikan . ia mengangguk pelan lalu menunduk . wajahnya memerah , dan kuyakini aku pun juga . aku mulai mendekatinya dan memeluknya . aku mencium rambutnya lembut , ia membalas pelukanku .
“nado . nae jeongmal saranghaeyo” ucapku .
Author PoV
“ya~~!! CUT !!” teriak sang sutradara , Henry dari kursi yang ia duduki . Yesung dan Saejoon langsung melepaskan pelukan mereka . Henry tersenyum puas lalu menghampiri Yesung dan Saejoon yang sedang sibuk dikerubungi oleh para kru make-up .
“good job , Yesung-ah , Saejoon-ah” ucap Henry dengan penuh semangat . Yesung tersenyum menanggapi ucapan Henry tersebut . Saejoon yang duduk tepat disamping kanan Yesung mulai memegangi kepalaya . Yesung menatap Saejoon yang sedang menahan rasa sakit .
“waeyo , Saejoon-ah ?” tanya Yesung cemas , Saejoon hanya menggeleng pelan sambil menunjukkan senyum kecilnya .
“gwenchanna , Yesung’ssi . cuma pusing” jawab Saejoon sambil memegangi kepalanya dengan tangan kirinya .
“aigoo~ ya sudah , kamu istirahat dulu ajah , Saejoon-ah” saran Henry
“gumawo , Henry oppa”
“Yesung-ah , kamu antar Saejoon ke hotel deh . nih kunci kamarnya . kamu tau kan kamar nomor berapa ? jagain Saejoon yah” ucap Henry tanpa jeda seraya memberikan kunci kepada Yesung . Yesung berdiri dan mengambil blazernya lalu memapah (?) Saejoon ke mobil .
—————————————————
SHINing Hotel , Room 3424
Saejoon menghela napas sambil melemparkan tas beserta blazer Yesung ke sofa ketika sampai di kamar hotel . ia menghempaskan (?) tubuhnya di atas sofa dan diikuti oleh Yesung . Yesung menatap Saejoon yang sedang memejamkan matanya . perlahan tangan mungil Yesung mulai membelai lembut rambut Saejoon . Saejoon membuka matanya dan menoleh ke Yesung dan tersenyum .
"Saejoon-ah , gwenchanna ?" tanya Yesung khawatir . Saejoon mengangguk lemah dan tersenyum kecil .
"ne oppa , gwenchanna .. hanya sedikit pusing"
"mianhae , aku tidak bisa memberi perhatian yang lebih ke kamu . padahal kamu yeojachinguku" sesal Yesung . Saejoon memegang pipi Yesung dengan kedua tangannya .
"oppa , gwenchanna . aku gapapa kok . oppa jangan khawatir" ucap Saejoon menenangkan Yesung . Yesung tersenyum tipis dan memegang tangan Saejoon yang sedang memegan pipinya . "oppa , aku mau tanya sesuatu" lanjut Saejoon sambil melepaskan kedua tangannya .
"mwoya , jagi ?" tanya Yesung
"apa akting sakitku tadi bagus ?" tanya Saejoon sambil tertawa tertahan . Yesung menatapnya terkejut dan memajukan bibirnya .
"YA !! kamu mengerjaiku jagi ? HUH ?!" ucap Yesung kesal dan ditanggapi tawa Saejoon .
"mian , jagiya . aku hanya lelah syuting seharian . aku ingin istirahat berdua denganmu" jelas Saejoon . "mian yah jagi . jangan ngambek dong . yah yah ?" rayu Saejoon . Yesung langsung meraih pinggang Saejoon mendekat dengannya hingga hidung mereka bersentuhan .
"mian ? segitu gampangnya kamu bilang mian , jagi ? kalau gitu .."
"buat apa ada polisi , pengacara , dan hakim . ya ya ya jagi . aku tau itu" lanjut Saejoon yang sudah hapal dengan kebiasaan namjachingunya . Yesung tersenyum evil dan berbisik di kuping Saejoon .
"kalau gitu , kamu harus mendapatkan sebuah hukuman dariku"
—————————————————
Saejoon PoV
"kalau gitu , kamu harus mendapatkan sebuah hukuman dariku" bisiknya dikupingku . jantungku rasanya mau meledak . ini pertama kalinya ia berada sangat dekat denganku . jujur , aku benar-benar berdebar-debar .
"ja...jagi..jangan ..ahh..ahh.."
"jalani saja hukumanmu ini , Kim Saejoon-ah"
to be continue ^^
Minggu, 31 Oktober 2010
FF [NC-21] /R/Part 2 of 2/ 너 아니면 안돼, 유헤 !!
Title : 너 아니면 안돼, 유헤!!
Author : Marchellyne Kim
Genre : PG-17 / NC-21; Romane *under 17th ? step back please ^^*
Cast :
· Marchellyne Kim as Choi Yoohee
· Kim Kibum as Key
—————————————————
—————————————————
Yoohee PoV
Kepalaku terasa berat sekali , aku tidak sanggup untuk berdiri . tapi aku tetap mencoba untuk membuka mataku dan .. tunggu .. dimana aku ? ini bukan kamarku . aku berusaha bangun dan melihat sekitar tempat aku tidur . aku melihat sebuah foto . ada aku , namjachinguku , Eunhyuk , dan Ryeolin di dalam foto itu .
“kamu sudah sadar jagiya ?” Tanya seorang namja mengejutkanku . suaranya sudah tidak asing bagiku . ini suara namjaku yang sebenarnya , Key . aku menatapnya yang berdiri di pintu sambil memegang segelas susu coklat .
“ne ..jagiya..aku kenapa ?” tanyaku . ia melangkah masuk dan meletakkan gelas yang ia bawa di meja samping tempat tidur lalu duduk di sampingku . ia mengusap rambutku sambil tersenyum manis . aku sangat suka senyumnya . dia terlihat sangat manis dengan senyumannya itu .
“kamu demam 2 hari jagiya semenjak kejadian hari itu” ucapnya dengan ekspresi wajah yang berubah dari yang tadi . kejadian hari itu ? kejadian apa ? aduh Yoohee , neo baboya ..
“kejadian hari itu ?” tanyaku padanya . ia menggangguk dan menatap mataku dengan tatapan yang berbeda dari biasanya .
“kamu lupa jagiya ? kamu lupa apa yang dilakukan Jonghyun padamu ?” Tanya Key padaku . aku berusaha mengingat kejadian hari itu . ahh.. aku ingat sekarang ! Jonghyun berusaha untuk memperkosaku . apa Key melihatnya ? aduh , aku jadi merasa tidak enak dengannya . aku secara tidak langsung telah menghianatinya . Key , mianhaeyo…
“kamu sudah topless pas aku datang nyelamatin kamu dari Jonghyun sialan itu . aku merasa gagal menjadi namjachingu mu jagiya . aku tidak bisa melindungimu . mianhaeyo jagiya..” ucapnya sambil menundukkan kepalanya di pahaku . aku mengusap lembut rambutnya .
Author PoV
Yoohee merasa sangat bersalah pada Key karena kejadian Jonghyun pada hari itu . ia memeluk Key yang sedang menunduk di pahanya dan menangis .
“aniyo jagiya . aku yang salah . aku terlalu ceroboh dan terlalu panik . aku yang salah jagiya” ucap Yoohee . Key pun bangun dan menatap Yoohee yang sedang menangis . ia memeluk Yoohee yang sedang menangis .
“kamu ngga salah jagiya . aku yang salah . mianhaeyo” ucap Key sambil membelai lembut rambut panjang Yoohee . ia melepaskan pelukannya dan mulai mencium bibir Yoohee lembut . semakin lama , ciuman lembut Key berbuah menjadi penuh nafsu . ia mulai menglumat bibir atas dan bibir bawah Yoohee secara bergantian .
“hhhh..ke..key ah~..hhh” ucap Yoohee disela-sela ciuman mereka . Key tidak memperdulikan panggilan Yoohee dan terus memainkan di lidahnya menyusuri setiap inchi rongga mulut Yoohee . tangan Key mulai bergerak liar dan menyusup kedalam kemeja putih Yoohee . Yoohee terkejut dan langsung melepaskan ciuman Key .
“key oppa , andwe” ucap Yoohee dengan napasnya yang terengah-enagh sambil memegang tangan Key yang sudah menyusup kedalam kemejanya .
“waeyo ?” tanya Key yang sudah tidak sabar . ‘aish , kenapa dia menghentikan ini sih . padahal udah mulai seru’ kelus Key dalam hati *maniak nih oppa ==’*. Yoohee menatap Key dengan tatapan bersalah . Key mengerti maksud dari tatapan Yoohee tersebut .
“gwenchanna jagiya . aku akan menghilangkan setiap noda yang ditinggalkan oleh bajingan itu . gwenchanna” ucap Key lalu kembali melumat bibir Yoohee . Yoohee pun pasrah atas perlakuan Key dan mulai mengikuti alur permainannya .
Key PoV
Yoohee tidak menolak ciumanku lagi , kini ia mulai membalas permainan lidahku . tanpa ragu , aku pun mulai mengusap-usap punggungnya yang halus dari dalam bajunya . ia mulai mendesah ditengah-tengah ciuman kami . aku pun yang sudah mulai tidak sabaran langsung mencari kail branya , lalu membukanya . aku mulai beralih ke leher jenjangnya . kuciumi lembut lalu ku gigit-gigit kecil hingga meninggalkan beberapa kissmark di leher putihnya .
“ahh..ahhh.. ke..key..key ah…hhh” desahnya ketika tanganku mulai bergerak ke payudaranya yang besar dan kenyal , lalu meremasnya . desahannya membuatku semakin bergairah dan ingin terus menciuminya .
Aku terus saja menciumi leher jenjangnya dan meremas-remas payudaranya . sepertinya ia mulai menikmati permainan ini . aku melepaskan tanganku dari payudaranya dan hendak membuka satu per satu kancing bajunya .
“op..oppa..” tahannya ketika aku memegang kancing bajunya dengan memegang tanganku .
“wae jagiya ?” tanyaku yang tidak sabaran . aish , dia selalu saja menghentikan segala sesuatu permainan yang sedang seru . tapi inilah Yoohee , yeoja yang telah memikat hatiku hingga aku tidak bisa berpaling darinya .
“oppa , bolehkan aku yang memegang permainan ini ?” tanyanya . aku menatapnya terkejut . lalu aku mengangguk mengiyakan permintaannya . tanpa basa-basi lagi , ia mendorongku hingga terbaring disampingnya . OMMONA ! kenapa dia tiba-tiba jadi beringas begini ?
Yoohee PoV
Aku mau menebus kesalahanku terhadapnya , maka aku memintanya untuk membiarkanku memegang permainan ini .
“oppa , bolehkan aku yang memegang permainan ini ?” Key tampak sedikit terkejut dan tidak percaya . namun ia akhirnya mengiyakannya . dengan cepat aku langsung mendorongnya hingga terbaring di tempat tidur . aku mulai merangkak diatas tubuhya dan mendaratkan bibirku ke bibirnya . aku melumat bibir bawahnya dan memainkan lidahku di dalam mulutnya , ia pun merespon setiap kegiatan yang aku lakukan terhadapnya .
“hhh..hh.hhh..” desahnya disela-sela ciuman kami . aku mulai membuka satu persatu kancing kemeja Key tanpa melepaskan ciuman panas kami . ia membantuku menanggalkan kemejanya dan kini aku bisa menyentuh tubuhnya yang mulai berbentuk . aku melepaskan ciuman kami dan beralih ke lehernya . aku menciumi lehernya , menjilatinya , dan mengigit-gigit kecil seperti apa yang ia lakukan tadi kepadaku . ia mengangkat kepalanya , ini memudahkanku untuk menyusuri setiap lehernya .
“ahhh…” desahnya begitu aku menciumi dan menjilati dadanya . kulihat sepintas Key memejamkan matanya . sepertinya ia menikmati bagianku ini . kini aku menatap dadanya yang cukup bidang . perlahan kusentuh nipplenya lalu kucubit nipplenya .
“Arghhh..ahh..hhhh..” desahnya dengan nyaring . Key terlihat pasrah ketika aku memainkan kedua nipplenya dengan tanganku . aku mulai menjilati nipple kanannya dan memainkan nipple kirinya dengan tanan kananku . tangan kanan Key memegang kepalaku dan mengelus rambutku lembut . sedangkan tangan kirinya mulai menyusup masuk kedalam kemejaku . aku memukul tangannya yang berusaha menyusup ke dalam kemejaku .
“Key ahh . yang sabar dong..” ucapku sambil mengecup keningnya . aku terkejut menatapnya kini . entah darimana tenaganya datang kini ia berhasil menggulingkanku ke sampingnya . kini ia berada di atasku . bukannya tadi dia terlihat sangat lelah , nafasnya terengah-engah , kenapa sekarang ia bisa begini , ommo !!
Key PoV
Aku sudah mulai tidak sabar ingin menyentuh dan menyusuri setiap jengkal tubuhya . aku menggulingkan badannya ketika ia mencium keningku . tampaknya ia sangat terkejut dan menatapku tercengang .
“waeyo ?” tanyaku sambil mengelus wajahnya yang terlihat sangat manis dan jujur saja , ia sangat menggodaku .
“op..oppa . kenapa tiba-tiba jadi begini ?” tanyanya terbata-bata . aku menunjukkan evil smile ku yang khas kepadanya . aku langsung membuka satu per satu kancing bajunya dengan cepat sambil menciumi bibir mungilnya dengan ganas . aku memainkan lidahku diatas lidahnya , dan ia pun merespon permainan lidahku . aku menanggalkan bajunya dan tidak lupa branya juga ^^ . *oppa curhat yah ? (o.O”!l)*
“aku sudah tidak sabar . daripada kamu yang megang permainan mending aku ajah yah jagiya” ucapku dengan nada licik sambil meremas-remas payudaranya .
“ahhh..hhh..hhh..shhhh..” desahnya ketika aku meremas payudaranya dan memainkan nipplenya . aku kembali menjamah bagian lehernya , menciuminya , menjilatinya , dan menggigit-gigit kecil hingga bekas kissmark di lehernya bertambah .
“opp..oppa..cu..cuk..cukup..ahhh..” ucapnya di sela-sela desahannya dengan napas yang tak beraturan . aku menatapnya sejenak dan mulai bermain di payudaranya . aku menghisap nipple kanannya dan memilin nipple kirinya dengan tanganku . ia mendesah cukup nyaring ketika aku menggigit nipplenya dengan keras hingga meninggalkan bekas . tanganku sudah mulai gatal dan kini menyingkap roknya dan mengelus pinggulnya lembut . tanganku mulai meraba bagian sensitifnya dari luar celana . ia menggeliat dan sepintas kulihat ia memejamkan matanya . menikmati setiap sentuhanku di tubuhnya .
“bagian mana ajah yang udah dia sentuh jagi ? disini ?” tanyaku sambil menekan ms. V-nya dari luar celana dalamnya .
“akhh..ahh..hhh” desahnya nyaring lalu ia menggangguk pelan . “op..oppa..hhh..sakit” ucapnya . aku mengusap ms. V-nya lagi dengan lembut sambil menghisap nipple kirinya . aku mulai menyingkap celana dalamnya dan mencari klistorisnya lalu memainkannya .
“ahh..ahh..hhh..op..oppa..errhh..geli..hhhh” aku tetap memainkan klistorisnya dan menghisap nipplenya dengan ganas . ia terus mendesah dan membuatku semakin bersemangat untuk memiliki Yoohee seutuhnya . aku menyudahi permainanku di payudaranya dan mulai menciumi perutnya dan turun hingga bagian tubuhnya yang masih tertutup oleh benang-benang pengganggu . dengan cepat , aku melepaskan rok beserta celana dalamnya . kini aku dapat melihat tubuhnya yang tanpa sehelai benang pun . ia terlihat sangat cantik .
“ahh , oppa ! aku malu . jangan liat-liat !” ucap Yoohee sambil menutupi tubuhnya dengan selimut . aku tersenyum melihatnya dan mendaratkan bibirku di bibirnya . perlahan aku menjauhkan selimut yang menutupi tubuhnya dan meraba tubuhnya yang halus .
“tenang ajah jagiya . sebelum ini aku juga udah liat kok” ucap ku sambil mengusap-usap ms. V-nya dan menunjukkan evil smile ku .
“ka..kapan oppa ?” tanyanya tidak percaya padaku . aku menciumi leher jenjangnya lagi lalu kembali menatapnya .
“2 hari yang lalu , waktu aku bawa kamu ke sini . kan kamu dalam kondisi topless tuh , jadi otomatis aku udah liat dan juga udah tau ukuran bra mu , jagiya” jelasku . Yoohee langsung memukul dadaku pelan pipinya pun berubah jadi merah .
“YA !! oppa !! kamu tidak sopan !” ucapnya cemberut . aku tersenyum kecil menatap ekspresinya yang sanagt menggemaskan . aku meraih pinggangnya dan menariknya agar ia lebih dekat denganku . kuciumi lagi bibirnya dan tangan kananku meremas payudaranya yang montok .
“hhh..shhh..mmhhh” desahnya disela-sela ciuman kami . desahannya berhasil membuatku semakin bernafsu untuk menyusiri setiap jengkal tubuhnya . aku menyudahi permainanku di payudaranya dan kini muali mengusap tubuhnya hingga ke bagian sensitifnya . aku mulai mengelus ms. V-nya lalu mulai memasukkan satu jariku kedalamnya . ia melepaskan ciuman kami , lalu mendesah hebat .
“ahh..hhh..ke..key..ahh~~” desahnya tak karuan ketika aku menambah jariku . kini dua jariku sudah mengacau didalam liangnya . aku mulai memaju mundurkan jariku di dalam ms. V-nya sambil menciumi lehernya dan meninggalkan kissmark .
“key..key ahh.. cu..cukup..ahhhh…” desahnya ketika ia mencapai klimaks . aku mengeluarkan jariku dan menjilatinya dengan seduktif . aku mulai menyusuri tubuhnya dengan lidahku , hingga akhirnya aku berhenti di ms. Vnya . kulebarkan pahanya hingga ms. V-nya terlihat jelas . kujilati ms. V-nya yang sudah dibanjiri oleh cairan beningnya . ia menggeliat kegelian ketika aku menjilati miliknya . Yoohee menekan kepalaku semakin dalam ke ms. V-nya . aku pun menjilati miliknya dan hanya menyisakan sedikit untuk permainan inti nanti . aku langsung melepas seluruh pakaian yang masih menempel di tubuhku . ia terkejut ketika melihat juniorku yang sudah ‘bangun’ .
Author PoV
“ommo oppa , juniormu besar sekali..” ujar Yoohee terkejut . Key tersenyum lalu mendekati Yoohee yang sudah duduk di pinggir tempat tidur . Key menyodorkan juniornya ke hadapan Yoohee .
“manjakan aku , Yoohee ah~” pinta Key . Yoohee bingung apa yang harus ia lakukan . Key dengan sabar mengarahkan tangan Yoohee ke juniornya .
“kocok dia jagi..” arah Key . Yoohee pun mulai mengocok junior Key dengan pelan . Key mulai mendesah kecil . Yoohee mulai mempercepat kocokannya .
“errghh…ahhh..ppali Yoohee ah~~ .. ppali..hmmhhh” desah Key . Yoohee mulai iseng dan memainkan twinball Key . alhasil , Key pun mendesah tak karuan . Key mulai merasakan juniornya berdenyut dan akan mencapai klimaksnya . dengan cepat , Key menjambak rambut Yoohee pelan dan memasukkan juniornya ke dalam mulut Yoohee .
“emut jagi .. teruuss.. yaa..ahhh..emhhh…” desah Key . Yoohee menjilati junior Key dan menggigit-gigit kecil di ujung kepala junior Key . akhirnya Key pun mencapai klimaks dan menyemprotkan spremanya ke dalam mulut Yoohee . Yoohee hendak melepaskan junior Key tapi dicegah oleh Key yang menekan kepalanya untuk mengemut juniornya lebih dalam . dengan terpaksa Yoohee pun menelan sperma Kye dan sisanya mengalir di sudut bibir Yoohee . Key menarik juniornya dan langsung melumat bibir Yoohee . Key membaringkan tubuh Yoohee tanpa melepaskan ciuman mereka . Yoohee mulai melebarkan pahanya atas arahan Key . Key melepaskan ciuman mereka dan menatap Yoohee lalu membelai rambutnya .
“kamu siap jagi ?” tanya Key , Yoohee hanya mampu mengangguk lemah . Key pun mengecup bibir Yoohee dan mulai mengarahkan juniornya ke ms. V Yoohee .
“ahh.. Key …sa..sakit..ergghhh” erang Yoohee yanmg merasa kesakitan di ms. V-nya . Key menahan juniornya yang baru ¼ nya masuk ke dalam ms. V Yoohee . Key mencium bibir Yoohee dan mulai memasukkan juniornya lagi . desahan Yoohee terkunci oleh ciuman Key .
“ergghh..” desah Key ketika juniornya diremas oleh dididng ms.V Yoohee .
“ahh..” desah keduanya ketika junior Key sudah sepenuhnya berada di dalam ms. V Yoohee . Yoohee merasakan rasa sakit yang tidak tertahankan . ia merasakan ms. V nya berdenyut dan Key pun merasakan juniornya di remas kuat oleh ms. V Yoohee .
Key memegang pinggang Yoohee dan mulai memaju mundurkan juniornya . Yoohee mendesah sejadi-jadinya dan tubuhnya pun mengikuti irama gerakan Key . payudara Yoohee pun ikut bergerak mengikuti . Key melahap nipple kanan Yoohee dan memilin nipple kiri Yoohee . Yoohee mendesah tak henti-hentinya oleh prlakuan Key .
”ahh..ahh..key..key..ahh”
”ahh..ahh..key..key..ahh”
“terus jagi..panggil namaku..hhh” ucap Key yang mempercepat gerakannya .
“ahhh..ahh..key…ahh.. cu..cukupp..ahh..key”
“belum jagi.. sebentar lagi.. hhh..shhh” Yoohee pun mencapai klimaks untuk kedua kalinya dan mengeluarkan cairan bening yang mengalir bersamaan dengan darah membasahi junior Key dan seprei tempat tidur Key . Yoohee hanya pasrah dengan memeluk punggung Key yang basah oleh keringat .
”ahh..ahh.. Key..ahhh..”
”ahh..ahh.. Key..ahhh..”
“sebentar lagi jagii..se..ahh…” ucapan Key terputus karena ia telah mencapai klimaksnya . Key menyemprotkan spermanya ke dalam rahim Yoohee . Key terkulai lemas di tubuh Yoohee . ia merebahkan tubuhnya di samping Yoohee tanpa mengeluarkan juniornya . ia mengambil selimut lalu menutupi tubuh keduanya dan mengecup kening Yoohee .
“gumawo ,jagiya..” ucap Key menunjukkan sweet smilenya . Yoohee memegang pipi Key dan mencium bibirnya .
”ne jagiya . mianhaeyo..” ucap Yoohee . Key menggeleng dan mendekap Yoohee erat , membenamkan kepala Yoohee ke dadanya .
”ne jagiya . mianhaeyo..” ucap Yoohee . Key menggeleng dan mendekap Yoohee erat , membenamkan kepala Yoohee ke dadanya .
“ssst . jangan di ungkit lagi . aku sudah menghapus semua bekasnya . sstt” ucap Key . Yoohee tiba-tiba teringat sesuatu dan langsung mengadah menatap Key . Key menatap Yoohee bingung .
“oppa , hari ini kan masa suburku . tadi oppa ngeluarin di dalam yah ?” tanya Yoohee . Key pun mengangguk dengan rasa tidak berdosa .
“aishh , kalau aku hamil gimana ?” tanya Yoohee panic . Key memeluk Yoohee erat dan mencium rambutnya .
“aku akan bertanggung jawab , jagiya”
“tapi kan , kita udah kelas 12 . mau ujian kan ?”
“gapapa jagi . itu bias diurus . kamu tenag ajah” jawab Key membuat Yoohee tenang . Yoohee menghela napas dan memegang selimutnya .
“berhubung sudah terlanjur , gimana kalau kita lanjutin lagi ?” goda Key tersenyum evil .
“aishh , oppa .. aku lelah .. besok pagi ajah yah ?” tawar Yoohee . Key pun menghela napas dan mengangguk .
“ne .. kita tidur ajah jagi . besok kita lanjutin lagi” Yoohee pun langsung terlelap dalan pelukan Key . Key menatap Yoohee dan mencium keningnya .
Today, i wander in my memory
I’m passing around on the end of this way
You’re still holding me tightly, even though i can’t see you any more
I’m losing my way again
I’m praying to the sky i want see you and hold you more
that i want to see you and hold you more
It can’t be if it’s not you
i can’t be without you
it’s okay if i’m hurt for a day and a year like this
it’s fine even if my heart’s hurts
yes because i’m just in love with you
i cannot send you away one more time
i can’t live without you
it can’t be if it’s not you
i can’t be without you
it’s okay if i’m hurt for a day and a year like this
it’s fine even if my heart’s hurts
yes because i’m just in love with you
my bruised heart
is screaming to me to find you
where are you?
can’t you hear my voice?
to me…
if i live my life again
if i’m born over and over again
i can’t live without you for a day
You’re the one i will keep
you’re the one i will love
i’m…yes because i’m happy enough if i could be with you
I’m passing around on the end of this way
You’re still holding me tightly, even though i can’t see you any more
I’m losing my way again
I’m praying to the sky i want see you and hold you more
that i want to see you and hold you more
It can’t be if it’s not you
i can’t be without you
it’s okay if i’m hurt for a day and a year like this
it’s fine even if my heart’s hurts
yes because i’m just in love with you
i cannot send you away one more time
i can’t live without you
it can’t be if it’s not you
i can’t be without you
it’s okay if i’m hurt for a day and a year like this
it’s fine even if my heart’s hurts
yes because i’m just in love with you
my bruised heart
is screaming to me to find you
where are you?
can’t you hear my voice?
to me…
if i live my life again
if i’m born over and over again
i can’t live without you for a day
You’re the one i will keep
you’re the one i will love
i’m…yes because i’m happy enough if i could be with you
- Yesung ‘Super Junior’ (It Has To Be You)
Sabtu, 30 Oktober 2010
FF [NC-20] /R/ 1S/ Let’s Do It !
Title : Let’s Do It !
Author : Marchellyne Kim and Fanny Listiyani
Genre : NC-20 ; Romane *under 17th ? step back please ^^*
Cast :
· Frezlyn Jezlyn as Kim Hyelin
· Kevin Woo
Huffth~ akhirnya selesai . dengan susah payah membayangkan wajah Kevin yang lagi evil . tapi tetep ajah gabisa ==’ . mian kalo agak gaje . author masih pemula , trus di kasih tantangan begini sama Jezlyn *nunjuk Jezlyn* ==’ . enjoy reading ^^ *bow*
—————————————————
—————————————————
-Author PoV-
Kringg … Kringg … Kringg …
Jam weker mulai bernyanyi membangunkan Hyelin yang masih berada di wonderland . Hyelin mengerang kecil lalu berusaha menggapai jam weker yang terletak di meja kecil samping tempat tidurnya lalu menekan tombol di jam wekernya .
Cerahnya sinar matahari menyinari seisi ruangan kamar Hyelin . Hyelin bangun dan duduk dengan kondisi setengah sadar . ia membuka matanya secara perlahan lalu menguap kecil .
Drrt … drrt.. drrt …
Handphonenya bergetar , ia langsung reflex menengok kearah handphonenya lalu mengambilnya .
“ha..halo .. hoaaammm” ucap Hyelin menjawab telepon . terdengar suara decakan dari seberang sana . Hyelin mengucek matanya dan menguap lagi *udah kaya hamster deh ==’ nguap mulu /PLAK*
“ya ! jagiya .. kamu mau sampai kapan tidur terus ?” tanya seorang namja dari telepon dengan nada yang agak sedikit tinggi . mata Hyelin langsung terbuka lebar lalu tersenyum nyengir sendirian *gilanya kambuh ?*
“eh , Kevin oppa.. ehehehe” jawab Hyelin cengengesan . “aku udah bangun kok ..” lanjutnya membela diri .
“ayo cepat , aku udah di jalan mau jemput kamu . 5 menit lagi aku sampai” ucap Kevin santai . Hyelin langsung berdiri dan mengambil handuk dengan cepat .
“oppa , cepet banget .. 15 menit lagi deh ..” tawar Hyelin yang berdiri di depan pintu kamar mandi .
“kok main nawar sih ? ngga ada . pokoknya 5 menit lagi aku nyampe ajah . okeh jagi . saranghe… tuuut tuuut tuut.” Hyelin menghela napas panjang lalu memandangi layar handphonenya dengan kesal . ‘ihh , oppa ngga pengertian banget sih . cewe kan butuh waktu juga buat dandan.. ihhh~~~’ cibir Hyelin dalam hati .
-Kevin PoV-
Aku sudah menunggunya di ruang tamu selama 20 menit , dan ia pun belum juga selesai berdandan . kenapa cewe itu harus memerlukan waktu banyak untuk berdandan , padahal ntar juga make up nya pudar ? ==’
“oppaaa~~ …” panggilnya yang terburu-buru menuruni tangga . Aku langsung berdiri dan menghampirinya . takut dia tiba-tiba jatuh ajah sih bukan karena kangen *pacar macam apa ini ?*
“ommo , jagi … pelan-pelan jalannya . itu tangga lho . bukan jalan lurus , kalau jatuh gimana ?” ucapku bawel . ia hanya tersenyum merespon kebawelanku . aku tersenyum menatapnya lalu mengusap-usap kepalanya .
“hehehe , oppa , kita mau pergi kemana hari ini ?” tanyanya polos . aku merangkul pinggangnya lalu berjalan ke mobil yang terparkir pas di depan pintu rumahnya .
“nanti kamu juga tau kok , jagi ..” bisikku mesra di kupingnya .
-author PoV-
“oppa , kok ngga bilang kalau mau ke pantai ?” tanya Hyelin dengan nada protes ketika Kevin memarkirkan mobilnya di daerah pantai yang sepi (!!) . Kevin menatapnya lembut lalu mengusap kepalanya Hyelin lembut .
“kamu lupa yah hari ini tanggal berapa ?” tanya Kevin . Hyelin mengambil handphonenya lalu melihat tanggal hari ini . ‘ommo !! hari ini kan perayaan 2 tahun aku pacaran sama oppa . heeh !! kenapa aku bisa lupa ?? baboya hyelin hyelin’ keluh Hyelin dalam hati .
“sudah ingat hari ini tanggal berapa ?” tanya Kevin lagi yang sekarang mulai merangkul pundak Hyelin sembari melepaskan safetybeltnya dan Hyelin . Hyelin menatap Kevin lembut lalu tersenyum .
“ehehe , iiah oppa , aku ingat . hari ini perayaan 2 tahun kita pacaran kan ?” ucap Hyelin polos . Kevin mengangguk lalu mencium pipi Hyelin .
“hari ini , aku mengajakmu ke pantai untuk merayakan hal itu , jagi ..” ucap Kevin
“oohh … tunggu tunggu . bukannya hari ini oppa harusnya tampil di Music Core bareng anak-anak Ukiss lainnya ?” tanya Hyelin bingung . Kevin menggeleng lalu mencubit pipi halus Hyelin .
“aniyo . aku izin cuti ke managerku , dan ia pun mengizinkannya . meskipun awalnya ngga diizinin ==’ jadi kamu ngga usah khawatir , jagi .. aku akan menghabiskan hari ini full denganmu saja ..” jelas Kevin . Hyelin terharu (?) lalu memeluk Kevin .
“kajja , aku udah memesan suatu rumah untuk merayakan hari ini ..” ucap Kevin .
-Hyelin PoV-
Oppa memesan satu rumah untuk merayakan hari ini ? maksudnya apa ini ? huffht~~ kedengarannya romantis , cuma kenapa perasaanku berdebar-debar gini yah ? huffthh~~
“kajja jagiya ..” panggilnya seraya membukakan pintu untukku . aku keluar dari mobil lalu melihat pemandangan sekitar . pemandangannya sangat indah menurutku . sudah lama sekali aku tidak pergi ke pantai semenjak 4 tahun yang lalu , ketika aku masih berpacaran dengan Ryeowook oppa .
“jagiya .. waeyo ?” tanyanya sambil merangkulku mesra , aku tersentak dari lamunanku lalu menatapnya sambil tersenyum .
“aniyo oppa , gwenchana..” jawabku tenang . ia memegang tanganku dengan erat lalu menarikku pergi .
-author PoV-
Kevin dan Hyelin menyusuri jalan setapak menuju rumah yang telah disewa Kevin untuk merayakan hari ini . Hyelin melihat-lihat pemandangan sekitar jalan setapak . banyak tanaman bakau dan beberapa bunga yang memang habitatnya di daerah pantai . akhirnya , mereka berdua berhenti disebuah pintu besar bercat putih gading dengan ukiran yang unik di kusen pintunya . Kevin mengeluarkan kunci dari kantong celananya , lalu membuka pintu tersebut .
“silahkan , hime-chan” goda Kevin menyuruh Hyelin masuk ke dalam rumah . Hyelin tersenyum lalu melangkah masuk ke dalam rumah . ia terpesona melihat isi dan interior di dalam rumah yang begitu mewah , menakjubkan , tapi menampilkan kesan sederhana (?) *author + reader bingung*
“oppa .. sekarang kita mau ngapain ?” tanya Hyelin berbalik menatap Kevin yang sedang mengunci pintu . Kevin mendekat ke Hyelin lalu menempelkan keningnya ke kening Hyelin .
“aku ingin memilikimu , jagiya…” ucap Kevin ..
-Hyelin PoV-
“aku ingin memilikimu , jagiya…” ucapnya . jantungku berdegup kencang ketika mendengar kalimatnya itu . wajahnya begitu dekat denganku , rasanya jantungku mau meledak (?) .
“aku kan milikmu oppa ..” jawabku lembut . ia menarik tubuhku mendekat kepadanya , lalu menunjukkan senyum khasnya yang sangat kusuka ..
“ani.. aku mau memilikimu seutuhnya , jagiya … maukah kamu memberikannya padaku ?” tanyanya sambil menciumi leherku , membuatku mendesah kecil .
“tapi .. kita belum nikah oppa .. bisakah kamu menahannya 1minggu lagi , setelah kita menikah ?” ucapku . ia tidak menjawab pertanyaanku dan tetap menciumi leherku .
“aku sudah tidak sabar jagiya .. kalau menunggu 1minggu lagi , mungkin aku bisa karatan” ucapnya sambil tersenyum tengil . aku pun tertawa mendengar ucapannya lalu memukulnya pelan .
“emangnya oppa besi yang bisa karatan ? sabar yah oppa . ngga lama lagi kok .. yah yah ?” bujukku . ia menggeleng lalu memansang tampang memelas yang selalu bisa membuatku luluh dan menuruti permintaannya .
“sekarang ajah yah , jagiya ..” bisiknya dikupingku dengan nada yang terdengar sedikit manja . aku menggeliat ketika ia menjilati kupingku .
“ne oppa , aku pasrahkan saja kepadamu.. ahh..” jawabku . ia kembali menciumi leherku dengan penuh nafsu *author nahan napas*
-author PoV-
“sarangheyo ,Hyelin ah . saranghantago . jeongmal saranghe” ucap Kevin mesra sambil menjilati leher jenjang Hyelin dan menggigit kecil .
“ne oppa , nado sarang….” ucap Hyelin terputus oleh Kevin yang tiba-tiba mencium bibirnya lembut . Kevin mempererat pelukannya hingga badan mereka berdua menempel . secara perlahan , Kevin mengeluar lidahnya , dan disambut oleh Hyelin . Hyelin melingkarkan tangannya di leher Kevin dan memulai ciuman panas .
Kevin tidak tinggal diam dan mulai mempraktekkan tingkah liarnya . ia mulai meraba bagian payudara Hyelin yang masih tertutupi oleh kemeja berwarna putih kotak-kotak hitam . ia pun menyudahi permainan di bibir Hyelin dan mulai menciumi leher jenjang Hyelin , menjilatinya , lalu mengigitnya hingga meninggalkan bekas .
“ahh … hhmmm ..” Hyelin pun mendesah ketika Kevin meremas payudarnya sambil mengigit leher jenjangnya . “hhh.. op..oppa.. oppaa…” ucap Hyelin dengan napas terengah-engah .
“waeyo jagiya ?” tanya Kevin sambil menatap yeojanya lembut
“op..oppaa.. ap.. apa.. ki..kita … mela…kukan…nya…di..sini… ” tanya Hyelin
“mungkin iya . mungkin juga ngga ..” goda Kevin . Kevin kembali mendaratkan ciuman ke bibir Hyelin . Kevin mulai melumat lembut bibir Hyelin , menggigitnya , dan mengepung seluruh bagian mulut Hyelin dengan bibirnya . Hyelin pun membalas ciuman yang mulai memanas . Kevin menggigit bibir bawah Hyelin dan mulai memasukkan lidahnya ke dalam mulut Hyelin .
“mmhh … mmmhhhh..” desah Hyelin saat lidahnya digigit lembut oleh Kevin . Kevin mulai membuka satu per satu kancing baju kemeja Hyelin sambil menjilati kuping Hyelin .
“sepertinya melakukannya di sini ngga enak ..” ucap Kevin melepaskan ciumannya . Hyelin mengangguk lemah . Kevin mengendong Hyelin membawanya ke kamar di lantai atas tanpa melepaskan bibirnya dari bibir mungil Hyelin .
------------------------
Kevin membaringkan tubuh Hyelin ke atas tempat tidur dan masih menciuminya dengan ganas . Tangannya mulai liar menanggalkan baju Hyelin dan melemparnya entah kemana *woy , kena muka author cuy ! ==’* Kini Kevin mulai bermain di payudara Hyelin yang masih terbungkus oleh bra berwarna hitam . Kevin meremas lembut payudara Hyelin , menciuminya , dan berhasil (?) membuat Hyelin mendesah tak karuan .
“ahh..hhh…ahhh..shhh…” desah Hyelin ketika Kevin melucuti bra hitamnya . kini Kevin dapat melihat payudara Hyelin yang montok , lalu meremasnya . ia mulai memainkan nipple kanan Hyelin dengan lidahnya dan memainkan nipple yang lain dengan tangannya . Hyelin hanya bisa pasrah dan mengikuti permainan Kevin yang sudah berhasil membuatnya lemas dan tak berdaya .
Tangan Kevin mulai bergerak kea rah hot pants yang dikenakan Hyelin . secara perlahan ia membuka hotpans tersebut dan melemparkannya ke lantai tanpa melepaskan ciuman panas mereka . tangan Hyelin pun tak mau kalah dengan tangan Kevin yang telah membuatnya nyaris polos . Hyelin mulai membuka kancing kemeja Kevin , melepaskannya , lalu melemparnya ke lantai . ia mulai meraba dada Kevin yang bidang , memainkan nipplenya , hingga membuat Kevin ikut mendesah dan melepaskan ciuman mereka .
“ahh..shhh..hhh..” desah Kevin yang membuat Hyelin tersenyum evil . Kevin menatap yeojanya yang tengah tersenyum puas karena desahannya . ia menindih tubuh Hyelin dan memgang ujung celana dalam Hyelin lalu menurunkannya dan melemparnya (lagi) . Kevin berdiri dan melihat tubuh Hyelin yang sudah tidak berbalut apa pun .
“waah , neomu yeppo , jagiya” puji Kevin dan menunjukkan senyum mautnya . Hyelin langsung meraih bantal didekatnya lalu menutupi tubuhnya . pipi Hyelin berubah jadi merah karena pujian Kevin . tan pa berlama-lama , Kevin langsung membuka seluruh benang yang masih melekat di tubuhnya dan kembali mencium bibir Hyelin . perlahan ia menjauhkan bantal yang menutupi tubuh indah Hyelin .
“jagiya , neomu yeppo . saranghaeyo” ucap Kevin sambil membelai rambut Hyelin dan mencium kening Hyelin . Kevin mulai bermain di payudara Hyelin . menciumi payudara Hyelin dan memainkan nipple Hyelin dengan lidahnya . tangan Kevin mulai bergerak menuju paha mulus Hyelin . ia mengusapnya lembut dan melebarkan keuda paha Hyelin hingga ms.V Hyelin terlihat . ia mulai mengusap-usap ms.V Hyelin , hingga yeojanya mendesah .
“ahh..ahh..kev..kevin..geli..shhh” desah Hyelin ketika Kevin mengusap-usap ms.V-nya .
-Kevin PoV-
“ahh..ahh..kev..kevin..geli..shhh” desahnya ketika aku mengusap-usap ms.V-nya . desahannya sangat seksi dan membuatku semakin ingin memilikinya sepenuhnya . perlahan jariku mulai bergerak masuk kedalam ms. V-nya . mula-mula aku memasukkan satu jari , kemudian dua jariku kini sudah masuk kedalam ms. V-nya . ia menggelinjang nikmat karena jariku yang mulai mengorek dan mengacau di ms. V-nya . Ia mendesah tak karuan dan mencakar punggungku serta menjambak rambutku lembut (?) .
“ahhh..ahhh..kevin…ahhh” desahnya ketika aku menggigit nipple kanannya dengan keras . jariku telah basah oleh cairan bening . sepertinya ia sudah mencapai klimaks . aku menjilati jariku dihadapannya , ia menatapku dengan tatapan yang menginginkan apa yang aku jilat . aku memberikan jariku yang basah oleh cairannya , ia menjilatinya dengan penuh penghayatan (?)
“Hyelin ah~ , juniorku juga minta” pintaku padanya . ia melepaskan jariku dan tersenyum padaku . dengan cepat ia langsung menggulingkanku dan merangkak di antara kedua kakiku . ia mulai memegang juniorku perlahan . sepertinya ia masih canggung untuk melakukannya .
“jagiya , bisa ?” tanyaku . ia mengangguk pelan , lalu mulai mengocok juniorku . *author sesak napas tingkat akut* aku memejamkan mataku dan menikmati permainannya . ia mulai mengocok juniorku dengan cepat . ahh , dia sudah mulai pintar .
“ahhh..hhh..errrhhh…ppali jagiya..ppali..” desahku tak karuan . ia mulai mengulum juniorku . ia menjilati juniorku dari pangkal hingga ujung kepalanya sambil memainkan twinballku . aku mulai merasakan akan mencapai klimaks . aku bangun dan menatap Hyelin yang masih mengulum juniorku .
-Hyelin PoV-
Ia menyemprotkan spermanya ke dalam mulutku . penuh sesak rasanya mulutku . ia malah menekan kepalaku untuk terus mengulum juniornya . dengan terpaksa aku menelan spermanya . rasanya asin dan kental *wadah ==’*
“ahhh..erhhh..terus jagiya..” ucapnya sambil mengusap rambutku . kulihat sepintas Kevin memejamkan matanya , merasakan setiap kenikmatan dari permainanku ini . tak berapa lama , ia melepaskan juniornya dari mulutku dan langsung mencium bibirku . kami kembali berciuman panas .
“kamu udah siap jagiya ?” tanyannya padaku .
-Author PoV-
“kamu udah siap jagiya ?” tanya Kevin sambil membaringkan Hyelin . Hyelin menatap Kevin dengan tatapan ragu .
“ummm , pelan-pelan yah oppa” pinta Hyelin yang masih belum yakin . Kevin mencium pipi dan kening Hyelin , lalu menatapnya dengan tatapan penuh keyakinan .
“ne , gwenchanna . aku bakal pelan-pelan kok . just trust me , jagiya” ucap Kevin meyakinkan Hyelin . Kevin mengecup bibir Hyelin lalu mulai memasukkan juniornya ke dalam ms. V Hyelin .
“akkhh … akkhh.. sa…sakit..ahh” jerit Hyelin ketika junior Kevin mulai memasuki ms.V-nya . Kevin langsung mencium Hyelin untuk menghilangkan rasa sakit yang dirasakan Hyelin . air mata Hyelin mulai mengalir karena rasa sakit yang hebat di ms.V-nya . Kevin kembali memasukkan juniornya ke dalam ms.V Hyelin .
“ahh…sakit oppa..errhhh..ahhhh..hhhh” jerit Hyelin lalu menggigit bibir bawahnya .
“sabar jagiya . erhhh.. sebentar lagi”
“ahh..” desah keduanya bersamaan . junior Kevin kini sepenuhnya sudah berada di dalam ms. V Hyelin . ms.V Hyelin dengan kuat mencengkram junior Kevin yang membuat Kevin merasa hangat dan nyaman (?) . Kevin mengecup bibir Hyelin lembut dan mulai memaju mundurkan juniornya dengan tempo pelan .
“arhhh..ahh..ahh..kevin..ahhh” desah Hyelin ketika Kevin memulai permainan intinya . Kevin mulai meremas payudara Hyelin yang sedang ‘bebas tugas’ dengan ganas . Hyelin pun yang tidak mampu menahan rasa sakit dan perih di awal permainan langsung memeluk Kevin dan mendesah langsung di kuping Kevin .
“teruslah mendesah , jagiya” pinta Kevin yang mulai mempercepat gerakannya . Hyelin makin mendesah tak karuan sambil memanggil nama Kevin . Kevin tersenyum menatap Hyelin dan mencium bibirnya .
-Hyelin PoV-
“ugh..ahh…ahhh..kevin ah…ppali..ahhh” desahku nikmat . ia mempercepat gerakannya . kurasakan sakit yang cukup menyakitkan di ms. V-ku dan aku merasa juniornya juga berdenyut . Kevin menghentikan kegiatannya sejenak , kurasa untuk mengambil persediaan oksigen . nafasku sudah tidak beraturan dan kuyakin ia pun juga . Kevin mulai bergerak lagi dan kali ini semakin cepat dari yang sebelumnya .
“aa..arhhhh…eughhh..” desahku sambil menjambak rambutnya untuk menahan hentakan juniornya yang terasa ngilu . ia menyudahi permainannya di payudaraku dan memegang pinggangku .
“ke..kevin ah..ppali !!” ucapku dengan napasku yang sudah terengah-engah . Kevin pun semakin mempercepat gerakannya .
“cu..cukup Kevin ah~..ahh..” ucapku sambil memejamkan kedua mataku . berusaha menahan rasa sakit dan merasakan kenikmatan yang datang pada saat bersamaan .
“shireo . belum jagiya . sebentar lagi yah” ucapnya . ia semakin memepercepat gerakannya , aku sudah tidak tahan .
“ke..kevin ah..aku..mau..keluar…ahhh..hhh..shh” desahku ketika aku mulai merasakan akan mencapai klimaks . ia tidak memeperdulikan ucapanku dan semakin memepercepat gerakannya dan meremas payudaraku . dapat kuarasakan kenikmatan itu datang dan menghilangkan sedikit rasa sakitku .
“ahhh..” desahku ketika aku mencapai klimaks , kurasakan ada yang cairan yang keluar dari ms. V-ku . kini aku hanya bisa pasrah mengikuti Kevin yang belum mencapai klimaks .
“ugh..ahhh” desahnya ketika ia mencapai klimaks . aku dapat merasakan cairan hangat mengisi rahimku . Kevin langsung ambruk di atas tubuhku dan menciumi belahan payudaraku . aku menggeliat lalu mengelus rambutnya .
“aku..belum..puas..jagiya” ucapnya dengan napas terengah-engah . aku terkejut dan langsung menatapnya . ia menatapku dengan tatapan evilnya .
“mwo ? oppa , aku cape . nanti lagi ajah yah” mohonku menunjukkan puppy eyesku . ia menggeleng .
“tanggung jagiya , kalau Kevin junior dikeluarin , nanti susah lagi masuknya . mumpung masih ngerasa enak nih , ayo kita lanjutin lagi jagiya” jelasnya .
-Author PoV-
“tanggung jagiya , kalau Kevin junior dikeluarin , nanti susah lagi masuknya . mumpung masih ngerasa enak nih , ayo kita lanjutin lagi jagiya” jelas Kevin . Hyelin hanya bisa pasrah dengan keinginan Kevin . Kevin langsung merubah posisi mereka tanpa mengeluarkan juniornya dari ms. V Hyelin . kini giliran Hyelin yang berada diatas .
“mwo ? kenapa aku yang di atas ?” tanya Hyelin polos . Kevin tersenyum melihat kepolosan yeoja nya ini .
“karena aku mau liat aksi kamu gimana” jawab Kevin lalu memegang pinggang Hyelin dan langsung memulai menggerakannya . Hyelin mulai bergerak naik turun dengan seduktif . Kedua payudaranya ikut bergerak mengikuti irama gerakannya . Kevin meerams kembali payudara Hyelin yang sebelah kiri .
“Hyelin ..ppali..” uap Kevin sambil meremas-remas payudara dan pantat Hyelin . Hyelin pun mengalungkan tangannya di leher Kevin .
“opp..oppa…aku..ahhhh” ucap Hyelin terputus karena ia mencapai klimaks . Kevin yang belum kembali menggerakan juniornya . Hyelin suadah terkulai lemah dalam pelukan Kevin dan hanya mampu mendesah . setelah 15 menit , akhirnya Kevin pun mencapai klimaksnya dan mengeluarkannya di rahim Hyelin .
“gumawo jagiya..” ucap Kevin sambil mencium pundak Hyelin . Hyelin menatap Kevin dan melumat bibir Kevin .
“ne , cheonmaneyo jagiya” jawab Hyelin lalu memebelai rambut Kevin . Kevin meciumi belahan payudara Hyelin dan menjilati nipplenya .
“nanti malam kita lanjutin lagi yah jagi” pinta Kevin
“ah..shireo..nunggu 1 minggu lagi ajah yah oppa” tawar Hyelin .
“shireo..malam ini pokoknya”
“ahh..oppaa”
“saranghaeyo , Hyelin ah~”
“nado saranghaeyo oppa”
“malam ini main lagi yah , biar ada Kevin dan Hyelin junior”
“ini mah kecepetan oppa..ahhh”
-end- ^^
Sabtu, 23 Oktober 2010
FF [NC-21] /R/Part 1 of 2/ 너 아니면 안돼, 유헤 !!
Title : 너 아니면 안돼, 유헤!!
—————————————————
Author : Marchellyne Kim
Genre : PG-17 / NC-21; Romane *under 17th ? step back please ^^*
Cast :
· Marchellyne Kim as Choi Yoohee
· Jessica Jung as Jessica
· Fanny L as Lee Ryeolin
· Kim Jonghyun as Jonghyun
—————————————————
Ting .. tong.. ting .. tong ..
Bel berdentang merdu (?) menandakan jam sekolah telah usai . murid-murid kelas 12science-A2 mulai sibuk membereskan buku-buku mereka ke dalam tas maupun ke dalam laci meja mereka .
Yoohee masih duduk manis dan (masih juga) sibuk dengan handphonenya , sambil sesekali tersenyum sendiri dengan handphonenya *gila ? /PLAK* Ryeolin yang duduk di depannya menengok kebelakang dan menatap Yoohee heran .
“waeyo ? namjachingumu ngegombal lagi ?” tanya Ryeolin bingung .
“ah. Aniyo.. onni ku cerita tentang Yoogeun . hihihi …” jawab Yoohee sambil tertawa kecil . Ryeolin menggeleng-gelengkan kepalanya heran .
Pintu kelas terbuka secara kasar dan mengalihkan seluruh perhatian orang dikelas . muncul seorang namja dengan wajah panic mencari seseorang .
“YA !! apa di kelas ini ada yang namanya Choi Yoohee ?” tanya namja tersebut dengan napas terengah-engah . Yoohee tersentak langsung menatap namja yang menyebut namanya , ia berdiri dan menatapnya bingung .
“chonun … Choi Yoohee imnida . waeyo ?” tanya Yoohee bingung . namja tersebut dengan cepat melangkah masuk menghampiri meja Yoohee lalu menarik tangannya yang kurus . Yoohee mencoba melepaskan genggaman namja tersebut dengan sekuat tenaga .
“YA !! waeyo ? marebhwa ! YA !!” berontak Yoohee berusaha melepaskan tangannya .
“namja chingumu , terluka..” ucap namja tersebut berusaha untuk berbicara dengan suara setenang mungkin . Yoohee terkejut , matanya mulai berkaca-kaca . Tanpa panjang kata , namja tersebut langsung membawa Yoohee ke tempat namja chingunya yang dikabarkan terluka .
***
“namja chingumu ada di dalam .. aku ngga berani masuk .. kondisinya cukup mengerikan” ucap namja tersebut sambil menunjuk pintu gudang yang ada di hadapannya sekarang . gudang sekolah terletak di belakang sekolah sejauh 750 meter *jauh ==” kira-kira klo ngesot mpe brapa jam tuh ?* .
Yoohee membuka pintu gudang tersebut dengan perasaan yang campur aduk . perasaan bingung , cemas , khawatir , panic , takut , dan sedih bercampur menjadi satu dalam perasaannya sekarang ini . ia memberanikan diri membuka pintu gudang dan melangkah masuk kedalam . ketika ia melangkah masuk kedalam , matanya terpaku pada seorang namja yang berdiri diatas mattras olahraga dengan kedua tangannya diikat di kiri dan di kanan . Yoohee melihatnya dan langsung menangis , berlari menghampirinya . baju seragam namja tersebut terlihat agak lusuh dan robek dimana-mana . Tanpa berpikir panjang , Yoohee langsung melepaskan ikatan dikedua tangan namja tersebut dengan cepat , hingga namja tersebut jatuh ke dalam pelukan Yoohee .
“jagiya .. gwenchanna ?” tanya Yoohee dengan suara khawatir smbil mengelus-elus punggung sang namja . sang namja tidak menjawab dan hanya terdengar napas yang tidak beraturan sang namja di telinga Yoohee . tangan sang namja mulai memeluk Yoohee dengan erat . sontak membuat Yoohee menangis dalam pelukan sang namja sambil mengelus rambut hitam sang namja .
“jagiya .. kamu gapapa kan ? say something …” pinta Yoohee
“ne jagiya .. nae gwenchanna..” jawab namja tersebut berbisik . Yoohee seketika terkejut mendengar jawaban namja tersebut . ia terkejut karena suara ini bukanlah suara namjachingunya . seketika ia mencoba untuk melepaskan pelukan sang namja tersebut dengan sekuat tenaga .
“Jonghyun’ssi… lepaskan ..” ucap Yoohee sambil berusaha mendorong tubuh Jonghyun . Jonghyun menggeleng dan semakin mempererat lagi pelukannya . Yoohee memukul dada Jonghyun dengan sekuat tenaga berharap Jonghyun akan melepaskan pelukannya .
“shireo .. nae bogoshippo , jagiya … neo mollaseo ? hmm ?” tanya Jonghyun sambil mencium leher jenjang Yoohee . Yoohee mulai menggeliat kegelian .
“Jonghyun’ssi .. jebal .. lepaskan aku .. aku bukan yeojachingu mu lagi ..je..” ucapan Yoohee terputus karena Jonghyun mencium bibir Yoohee lembut . Yoohee tidak membalas ciuman Jonghyun tersebut dan mendorong Jonghyun menjauh .
Ciuman Jonghyun pun terlepas dan Yoohee mencoba untuk berlari . dengan cepat , Jonghyun menarik tangan Yoohee lalu mendekapnya lagi dengan erat sambil menciumi leher dan meremas payudara Yoohee .
“ahhh.. hhh.. Jonghyun’ssi…hh..ahhh..jebal… lepaskan aku.. kita sudah tidak ada hubungan lagi…” ucap Yoohee di sela-sela desahannya . Jonghyun mencoba melepaskan kancing baju Yoohee satu persatu sambil meciumi bibir Yoohee dengan ganas . saat Jonghjyun mencoba kancing baju Yoohee yang kedua , Yoohee menghentikan tangan Jonghyun dan melepaskan ciuman Jonghyun . air mata Yoohee mulai mengalir .
“Jonghyun’ssi .. jebal … jangan..” mohon Yoohee .
“jagiya.. nae saranghae.. aku masih sayang sama kamu..”
“tapi kita udah putus Jonghyun’ssi .. jebal .. jangan lakukan ini padaku..” pinta Yoohee . Jonghyun pun menghapus air mata Yoohee lalu mencium matanya lembut .
-Flashback-
5 months ago..
Yoohee melangkah masuk ke dalam perpustakaan yang sepi dan mencari namja chingunya yang tercinta , Kim Jonghyun . Ia melangkah masuk dan mulai mencari di setiap lorong rak buku di perpustakaan . tiba-tiba , Yoohee mendengar suara desahan seseorang yang berasal dari sudut ruangan , dekat rak-rak buku kebudayaan . ia memberanikan diri untuk mendekati sumber suara desahan tersebut .
“ahh.. op..oppa..shhh..hhh..” desah seorang yeoja yang terdengar semakin jelas oleh Yoohee . Langkah Yoohee terhenti ketika ia mendapati Jonghyun sedang menciumi tubuh Jessica dengan penuh nafsu . air mata Yoohee tak tertahankan lagi , lalu menetes . ia tetap memandangi kedua orang tersebut yang kini membuat hatinya terluka sangat dalam
Jonghyun PoV
Aku tak tau apa yang terjadi padaku saat ini . aku tak bisa menjauhkan tubuhku dari tubuh Jessica . ia terlalu menggoda dan membuat nafsuku jadi menggebu-gebu (?) . desahannya semakin membuatku bersemangat untuk menciumi dan menyentuh setiap jengkal tubuhnya .
“ahh.. op..oppa..shhh..hhh..” desahnya ketika aku menciumi lehernya ,menggigitnya kecil hingga membuat kissmark . tangan kirinya mengelus punggungku lembut dan tangan kanannya mengusap rambut hitamku . tanganku mulai melucuti seragamnya dan aku dapat melihat payudaranya yang montok dan masih terbalut rapi (?) dengan bra hitam berenda . tanpa aku susah payah , ia membantuku melepaskan kail branya sendiri . kini , aku dapat melihatnya tanpa halangan apapun *author sesek napas* . tanganku mulai meremas-remas payudaranya dan memainkan nipplenya . aku mulai mengisap nipple kirinya , menggigit , lalu memainkannya dengan lidahku . ia mendesah tidak karuan dan tangannya mulai membuka kancing baju seragamku satu persatu hingga terlepas . ia meraba dadaku lalu mencubit kedua nippleku dengan jari-jarinya yang halus . aku kembali ke bibir mungilnya , menciumnya lembut , menghisap bibir bawahnya , dan memainkan lidahku didalam rongga mulutnya . tidak kusangka , ia pun lebih lihai dalam hal ini dibandingkan aku . ia pun memainkan lidahnya dan tangannya yang tetap memainkan nippleku .
Aku mulai menyingkap rok mininya dan melucuti celana dalamnya , lalu mengelus pahanya . ia pun mengerti dan mulai melebarkan kedua kakinya . tanpa melepaskan ciuman panas kami , aku mulai mengusap-usap ms. V-nya . ia melepaskan ciuman kami dan mendesah hebat .
“ahh..op..oppaa.. ahhh..hhh..geli…shhh..” ucapnya sambil merangkulkan tangannya di leherku . aku tetap melanjutkan permainan ini tanpa mendengarkan respon darinya . aku mencari slereting rok mininya yang benar-benar sangat mengganggu *ngek ? segitunya kah oppa ? ==’* . aha ! akhirnya aku menemukannya . grr .. sulit sekali untuk melepaskan rok mini yang menutupi tubuh seksinya ini . ia terus mendesah tak karuan ketika aku meremas kedua pantatnya yang mulus sambil menurunkan rok mininya .
Jariku mulai bergerak masuk kedalam ms. V-nya . mula-mula aku memasukkan satu jari , kemudian dua jariku kini sudah masuk kedalam ms. V-nya . ia menggelinjang nikmat karena jariku yang mulai mengorek dan mengacau di ms. V-nya . Ia mendesah hebat dan mencakar punggungku .
“aaahhh .. ahhh.. op..oppaa.. hhh…ahh..” ucapnya memanggilku ditengah desahannya yang seksi . aku tetap memainkan jariku di dalam ms. V-nya dan mulai menciumi bibir mungilnya , memainkan lidah di dalam rongga mulutnya , dan menghisap bibir bawahnya .
“waeyo , sica ah ?” tanyaku melepaskan ciuman panas kami .
“oppa.. giliran dong .. aku…. Aaahhhh…” ucapnya terputus karena ia mencapai klimaksnya . cairan putih bening mengalir dari ms. V-nya dan membasahi kedua jariku . aku menarik keluar kedua jariku , lalu menjilatinya hingga bersih *piring gtu dijilatin mpe bersih ? /PLAK* .
“boleh .. tapi buka sendiri yah ..” godaku . ia tersenyum lalu mulai berlutut di hadapanku . lebih tepatnya di hadapan juniorku yang sudah mulai menegak . ia membuka celana ku dan melemparkannya entah kemana . ia memandangi juniorku yang masih terbungkus oleh celana dalamku yang berwarna putih *wah putih yah ? okeh aku catat (author maniakk !!) ==’* ia mengusap usap juniorku dengan lembut ..
“shhh..hhh..hhhh.. ppali sica ah..” desahku tak sabar . ia menatapku yang sudah mendesah , lalu ia memberiku senyumnya yang evil .
“sabar yah oppa . sekarang aku yang memegang kendali . jadi oppa harus sabar” ucapnya , ia mulai melucuti celana dalamku , dan kini kami berdua sama-sama polos , tidak ada sehelai benang pun yang menempel di badan kami . ia memainkan twinball ku dan juga memegang mr.P ku dengan lembut .
“ahh…shhhh..hhhh..ppali..sica’ssi..ahhh..ppali”
Author PoV
Yoohee sudah tidak sanggup melihat pertunjukan yang telah menyayat hatinya tersebut . air matanya mengalir dengan deras tak kunjung berhenti .
“Jonghyun oppa…” penggil Yoohee dengan segenap keberanian . Jonghyun dan Jessica seketika langsung menghentikan permainan mereka dan menatap Yoohee yang sedari tadi telah melihat dengan LIVE permainan hot mereka *siarannya di channel apa ? mau dong !!* . Jonghyun dengan cepat melepaskan tangan Jessica dari juniornya sambil menatap Yoohee yang menangis .
“Yoohee-ah , oppa bisa jelasin semuanya …” ucap Jonghyun seraya melangkah menghampiri Yoohee . Yoohee melangkah mundur dan menundukkan kepalanya .
“oppa .. menjauhlah dariku .. aku .. aku .. benci padamu oppa” terdengar isak tangis Yoohee disela-sela ucapannya . air matanya mengalir dengan deras tak berhenti *brb , author ambilin ember buat nampung (author ganggu aje !!) *
“Yoohee-ah .. jangan salah paham dulu..dengerin penjelasan oppa dulu..”
“penjelasan apa lagi oppa ? apa yang tadi aku liat kurang jelas ?! oppa selingkuh sama Jessica !! onni ku sendiri !!” teriak Yoohee seraya menatap Jonghyun dengan matanya yang merah dan bercucuran air mata . Jonghyun meraih tangan Yoohee lalu menariknya kedalam pelukannya . Yoohee berontak dan memukul-mukul dada Jonghyun dengan sekuat tenanga .
“oppa .. lepasin .. aku benci oppa .. aku benci oppa !!”
“andwe Yoohee-ah .. kamu ga boleh benci sama oppa . oppa cuma cinta sama kamu ..”
“BOHONG !! .. “ ucap Yoohee tegas dan berhasil melepaskan pelukan Jonghyun . Jonghyun berusaha meraih lagi tangan Yoohee , namun yeoja tersebut menghindar .
“oppa .. mulai sekarang .. aku ga mau lagi ketemu oppa . aku ga mau lagi liat muka oppa . berhenti sms , nelpon , dan mengirimi bunga mawar putih ke kelasku ..”
“Yoohee-ah.. oppa…”
“kita putus oppa .. dan Jessica onni , chukkae .. Jjong oppa sekarang milikmu seutuhnya ..” Yoohee menatap kedua orang tesebut dengan tatapan yang berbeda dari biasanya . Jessica hanya bisa menunduk dan tak berani menatap wajah dongsaengnya . sedangkan Jonghyun menatap Yoohee tidak percaya atas ucapannya yang terakhir .
-end Flashback-
Jonghyun membelai rambut panjang Yoohee dengan lembut dan menatap yeoja yang sedang menangis di hadapannya .
“tapi waktu itu kamu yang memutuskan tanpa persetujuanku . tanpa mendengarkan penjelasanku dulu jagiya ..” ucap Jonghyun yang kembali meciumi leher jenjang Yoohee .
“penjelasan apa lagi Jonghyun’ssi ? kamu jelas-jelas selingkuh dengan onniku ..” ucap Yoohee dengan nada tinggi seraya berusaha mendorong tubuh Jonghyun untuk menjauh dari tubuhnya . Jonghyun terdorong menjauh dari tubuh Yoohee . dengan cepat , Yoohee langsung berlari ke arah pintu gudang .
“percuma saja jagiya .. pintunya terkunci . hanya ada kita berdua di dalam sini ..”
“keluarkan aku dari sini , Jonghyun’ssi . keluarkan aku .. YA !! toloooongg !! buka pintunya !!” teriak Yoohee sambil menggedor-gedor pintu berharap ada orang yang lewat di luar sana dan mau membukakan pintu untuknya . Jonghyun melangkah mendekati Yoohee . ia mulai membuka satu per satu kancing bajunya , lalu menanggalkan bajunya . Jonghyun yang topless mendekap Yoohee erat dari belakang . Yoohee berusaha memberontak , tapi usahanya percuma . tenaga Jonghyun jauh lebih besar daripada tenaganya saat ini .
Jonghyun mulai menciumi leher Yoohee lagi sambil meremas payudara Yoohee dengan lembut . Yoohee mulai mengeluarkan desahan-desahan kecil . Tanpa berlama-lama , Jonghyun mulai membuka kancing baju Yoohee , melepaskannya , lalu melemparnya entah kemana .
Yoohee PoV
Tenagaku sudah habis . aku tak sanggup lagi melawan semua perlakuannya . aku mulai pasrah dalam dekapannya . sudah terlambat untuk melarikan diri , ia sudah melepaskan bajuku .
“Yoohee-ah .. neo araseo , nae .. jeongmal bogoshippo …” ucapnya sambil membuka kail bra milikku . ia membalikkan badanku dan kini menghadap padanya . ia sepertinya tidak peduli dengan keadaanku sekarang . ia terus saja menciumi bibir , leher , serta payudaraku . nafasku mulai tak beraturan , kepalaku mulai terasa pusing .
“aaakh…ahhh..hhh..shhh..” desahku ketika ia memainkan kedua nippleku dengan kedua tangannya . ia menatapku yang sudah tidak berdaya ini dengan evil smilenya .
“kamu akan menikmatinya , jagiya .. namjamu ngga bakal bisa berbuat begini ke kamu . so .. let me do it..” bisiknya mesra di kupingku sambil meremas kedua payudaraku dengan kasar , membuatku mendesah tidak karuan .
Jonghyun kembali melumat bibirku dengan lembut . lalu menggendongku tanpa melepaskan ciumannya . tanpa sadar aku mulai mengalungkan kedua tanganku ke lehernya dan juga membalas ciumannya . ia menjatuhkanku dia atas mattras olahraga dengan perlahan . aku memejamkan mata merasakan kenikmatan ketika ia menghisap nipple kiriku dan memainkan nippleku yang satunya .
Author PoV
Yoohee mulai menikmati dan mengikuti permainan Jonghyun . Jonghyun pun tidak ragu lagi untuk melepaskan benang yang masih melekat di tubuh yeoja tersayangnya itu . tanpa persetujuan Yoohee , Jonghyun mulai beralih ke paha putih mulus milik Yoohee . ia mulai mengelusnya sampai ke pangkal paha . mengusap-usap ms. V Yoohee yang masih terbungkus celana dalam berwarna pink .
“erhhh…shhh..hhhh” desah Yoohee ketika Jonghyun mulai menyingkap celana dalamnya dan mengelus ms. V nya .
“kamu menyukainya jagiya ? hmm ?” tanya Jonghyun ketika melihat Yoohee memejamkan matanya dan mengigit bibir bawahnya . tidak ada tanggapan dari Yoohee atas pertanyaan Jonghyun tadi .
Tiba-tiba pintu gudang terbuka dan muncul sesosok namja dengan baju yang lusuh dan terdapat luka di wajah dan tangannya . permainan Jonghyun pun terhenti karena munculnya namja tersebut .
‘YA !! KIM JONGHYUN !! MENJAUH DARI YEOJAKU !” teriak namja tersebut dengan tenaganya yang tersisa .
Yoohee mencoba untuk menoleh ke arah namja yang berteriak tadi . terlihat samar namja tersebut berdiri di depan pintu dan tangan kanannya bertopang pada sisi kusen pintu . Yoohee yang sudah tidak kuat untuk berdiri karena rasa sakit yang hebat di kepalanya tetap mencoba untuk bangun dari mattras dan mendorong Jonghyun untuk menjauh dari tubuhnya . akan tetapi , baru ia mengangkat badannya dan dengan posisi duduk , rasa sakit di kepalanya makin menjadi , ia pun terbaring kembali dan pingsan .
Namja tersebut langsung berlari ke arah Yoohee dan Jonghyun ketika melihat Yoohee terkulai lemah dan pingsan . tanpa basa-basi , ia langsung mendaratkan sebuah pukulan di wajah Jonghyun hingga terjatuh dari mattras .
“YA !! KIM JONGHYUN !! beraninya kau menyentuh yeojaku ! Yoohee bukan yeojamu lagi !” ucap namja tersebut sambil meninju Jonghyun berkali-kali , hingga darah segar mengalir dari sudut bibir dan hidung Jonghyun . namja tersebut berdiri meninggalkan Jonghyun dan menghampiri Yoohee yang sudah pingsan dengan kondisi topless . namja tesebut melepaskan blazernya dan menutupi tubuh Yoohee lalu menggendongnya keluar dari gudang .
“mianheyo , jagiya .. aku tidak bisa melindungimu di saat seperti tadi . mianheyo ..” bisik namja tersebut kepada Yoohee .
to be continue .. ^^
Langganan:
Komentar (Atom)