Minggu, 17 Oktober 2010

Growing Season chapter #2 : Ryeowook's Side

Growing Season chapter #2
Tittle : Ryeowook’s Side
Author : Marchellyne Kim
Cast :
  • Kim Ryeowook
  • Luna
  • Carolus Richie as Kaito
  • Yesung
  • Hankyung
  • Younha

———————————————-
“Ryeowook oppa !! Ryeowook oppa !!” teriak Luna dari ujung lorong memanggil Ryeowook yang berjalan melintas depan lorong perpustakaan . Ryeowook menoleh ke belakang , Luna berlari menghampiri Ryeowook .
“ne Luna’ssi . waeyo ?” tanaya Ryeowook menatap Luna . wajah Luna berubah menjadi merah merona .
“itu oppa .. oppa udah baca surat yag aku kasih kemarin ?” tanya Luna dengan nada yang terdengar agak sedikit gugup .
“ooh , sudah kok” jawab Ryeowook dengan senyumnya yang ramah . Luna tersenyum mendengar jawab Ryeowook tersebut . “tapi .. maaf..” tambah Ryeowook seraya membungkukkan badanna ke arah Luna dengan wajah penyesalan . Senyum Luna hilang seketika ..
“mwo ? tapi .. tapi kenapa oppa ? apa aku kurang cantik ? apa aku kurang cerdas ?” tanya Luna tidak percaya . Ryeowook menggeleng .
“aniyo Luna’ssi . kamu cantik dan cerdas . kamu juga orangnya baik sekali” puji Ryeowook “tapi maaf . ada orang yang aku sukai ..” lanjutnya . mata Luna mulai berkaca-kaca karana belum bisa menerima kenyataan .
“siapa oppa ?” tanya Luna dengan suara yang mulai melemah .
“Park Solbi” jawab Ryeowook “aku sudah menyukainya sejak SMA” air mata Luna pun tak mampu ia bendung lagi , dan mulai menetes di pipinya . Ia pun mulai menangis . Ryeowook menepuk pundak Luna lalu memeluknya .
“Luna’ssi. Jangan menangis. Aku menghargai perasaanmu, tapi maaf. Aku tak bisa membalas persaanmu.” Ucap Ryeowook. “Aku menyukai Solbi.” Luna menangis tersedu di dalam pelukan Ryeowook. Ryeowook melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Luna.
“Luna’ssi, mianhaeyo.” Ucap Ryeowook. “Maaf, aku harus pergi. Masih ada hal yang harus aku kerjakan. Aku minta maaf” tambahnya dengan wajah penyesalan, lalu ia pergi meninggalkan Luna yang masih menangis sendirian di lorong perpustakaan. Pernyataan Ryeowook tadi masih memberikan luka dan rasa sakit yang mendalam di hati Luna. Ditambah dengan nama Solbi yang disebut oleh Ryeowook. Luna yang sudah tidak menyukai Solbi jauh sebelum ini, menjadi semakin membencinya.
“Solbi ngga boleh milikin Ryeowook. Ngga akan pernah bisa!” ucap Luna kesal.
———————————————-
December 24th 2009, 7 PM,  Ryeowook’s House
“Ryeowook ah~” panggil Younha dari dapur. Ryeowook yang sedang berkonsentrasi memecahkan kasus yang diberikan oleh dosennya tiba-tiba terganggu oleh panggilan dari Younha.
“Ne, omma~” jawab Ryeowook sambil menutup buku-buku tebalnya. Ia beranjak dari meja belajar dan keluar dari kamarnya untuk menemui Younha.
“Tolong bantu omma sebentar” ucap Younha yang sedang sibuk memasak. Ryeowook berjalan menuruni tangga dan menghampiri Younha.
“Apa yang bisa aku bantu omma?” tanya Ryeowook berdiri di samping ommanya.
“Tolong omma buatkan kimbab yah sayang” ucap Younha lembut seraya memasukkan sayuran ke dalam panci. Ryeowook mengangguk dan beranjak dari tempat ia berdiri untuk mempersiapkan bahan-bahan kimbab.
“Omma lagi mau makan kimbab yah?” tanya Ryeowook sambil membuka bungkus rumput laut.
“Bukan omma, tapi Yesung yang lagi mau makan kimbab” jawab Younha diiringi dengan tawa kecil. Ryeowook terkejut dan menatap Younha heran.
“Yesung hyung mau makan kimbab?” tanya Ryeowook heran. “Tumben yah, omma”
“Iyah, omma juga kaget waktu dia bilang mau makan kimbab” jawab Younha jujur. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang menuju ke arah dapur.
“Ommaa~” panggil Kaito manja seraya memeluk Younha dari belakang. Ryeowook menatap Kaito heran.
“Kaito! Kamu bikin omma kaget ajah” ucap Younha smabil memegangi dadanya dengan satu tangan. Kaito hanya bisa nyengir.
“Tau nih hyung. Kalo tadi tangan omma ikut masuk ke dalam panci gimana?” timpal Ryeowook yang sedang memotong-motong mentimun.
“Mianhaeyo, omma” ucap Kaito tersenyum. “Eeh Ryeo bikin kimbab. Rajin yah” goda Kaito sambil tertawa kecil.
“Buat Yesung hyung” jawab Ryeowook singkat. Kaito langsung seketika menatap Ryeowook terkejut oleh ucapannya tadi.
“Mwo? Yesung? Sejak kapan dia suka makan kimbab?”
“Tak tau. Tanya omma ajah”
“Omma, sejak kapan Yesung suka makan kimbab?” tanya Kaito tidak percaya kepada Younha.
“Sudah dari 3 hari yang lalu, dia selalu minta dibuatkan kimbab” ucap Younha sambil menata piring di atas meja makan.
“Waah, kalau gitu. Biar aku ajah yang buatkan kimbab untuk Yesung” ucap kaito menggeser Ryeowook yang sedang menata mentimun, wortel, ham, dan telur dadar diatas nasi. Ryeowook menggeleng-geleng melihat hyungnya. Ia mencium pipi ibunya lalu pergi meninggalkan dapur. Ia berjalan keluar dan melihat Yesung yang sedang sibuk dengan handphonenya.
“Hyung, seru banget kayanya” tegur Ryeowook. Yesung seketika menoleh kea rah Ryeowook dan tertawa.
“Hahaha. Iya dong” ucap Yesung dengan cengengesan.
“Waeyo?”
“Besok aku mau pergi sama Gita. Mau kencan”
“Mwo? Gita? Adik kelasku itu?” tanya Ryeowook tak percaya. Yesung mengangguk dan kembali sibuk dengan handphonenya. Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil yang menyita perhatian Kaito , Ryeowook , Yesung , dan Younha .
“siapa yang datang , wook ?” tanya Kaito dengan suara yang nyaring dari dapur .
“ngga tau , hyung . bentar . aku liat dulu” jawab Ryeowook . Yesung yang tidak peduli , kembali ke layar handphonenya dan melanjutkan membalas SMS Gita . Ryeowook mengintip dari jendela di dekat pintu masuk rumahnya . Ia melihat mobil Nissan Teana berhenti di depan pintu rumah .
“Appa pulang” teriak Ryeowook . lalu ia membukakan pintu dan menyambut Hankyung yang baru saja pulang dari kantor .
“eh , Ryeowook” panggil Hnakyung yang berjalan menghampiri Ryeowook . Ryeowook tersenyum dan membantu Hankyung membawa tas kerjanya .
“ne appa . gimana kerjaannya hari ini ?” tanya Ryeowook
“yah seperti biasa . haraboji mu kembali membawel ria , nanyain tentang kamu” jawab Hankyung seraya menghela napas .
“mianhaeyo appa , harusnya aku ngikutin kemauan haraboji . kuliah jurusan manajemen bisnis” ucap Ryeowook dengan penuh penyesalan . Hankyung menepuk punggung Ryeowook lalu tersenyum kecil .
“aniyo , Ryeo . appa ngga nyalahin kamu kok . kalau kamu punya bakat di bidang hukum , kenapa ngga ? appa justru malah senang sekali kalau kamu bisa kuliah hukum” ucap Hankyung lembut . Ryeowook menatap Hankyung dengan perasaan bersalah dan penuh penyesalan .
“ah , sudahlah . kita ngga usah ngomongin hal ini lagi , okay ?” ucap Hankyung mengalihkan suasana . “mana omma dan lainnya ?” tanya Hankyung .
“oh , omma dan Kaito hyung lagi siapin makan malam . Yesung hyung lagi sibuk SMSan sama pacarnya” jawab Ryeowook polos . Hankyung tetawa kecil mendengar Yesung yang sibuk SMSan dari Ryeowook .
“kamu ngga SMSan sama gebetan kamu ? siapa namanya ? Soona ?” tanya Hankyung mencoba mengingat-ingat nama Solbi . Ryeowook tertawa kecil melihat appanya yang sudah mulai pikun .
“Solbi , appa . hehehe . ngga appa . aku ngga SMSan sama dia” jawab Ryeowook
“Kenapa ?”
“Aku masih ga berani , appa” ucap Ryeowook malu . Hankyung pun tertawa dan mengusap-usap kepala anaknya .
“Ryeo , kamu harus berani dong . nanti keduluan sama yang lain lho . kamu mau liat Solbi pacaran sama orang lain ?”
“ngga , appa” tanggap Ryeowook “tapi aku masih ngga berani” tambahnya
“kamu harus berani , Ryeo . oh yah , besok kan libur. kenapa kamu ngga ajak dia pergi ajah ?” saran Hankyung . Ryeowook langsung menatap Hankyung dan mulai memikirkan usul appa nya tersebut . Ryeowook tersenyum lalu menatap appa nya .
“gumawo appa buat idenya . iya . aku bakal telpon Solbi malam ini” ucap Ryeowook bersemangat .
“nah gitu dong . sip deh . ayo masuk . appa udah laper . mau makan masakan omma mu” ajak Hankyung .
———————————————-
December 24th 2009, 8 PM,  Ryeowook’s House
Ryeowook berjalan bolak-balik di dekat telepon rumahnya sambil berpikir . Telpon Solbi ngga yah ? Ntar kalo ak ajak dia pergi besok , trus dia nolak gimana ? aduh .. cemas Ryeowook dalam hatinya . Kaito dan Yesung yang melihat dongsaengnya berubah menjadi setrikaan di dekat telpon rumah pun bingung .
“Ryeo knapa , sungie ?” tanya Kaito yang sibuk menatap layar Laptop
“ngga tau Hyung . udah 15 menit dia bolak-balik di dekat telpon rumah . kaya setrikaan” jawab Yesung yang pandangannya tak sedikit pun berpindah dari layar handphone . Kaito pun menghela napas dan menatap Ryeowook yang masih bolak-balik di dekat telpon .
“Ryeo , waeyo ?” tanya Kaito
“aniyo hyung . gapapa” jawab Ryeowook dengan wajah gugupnya
“gapapa gimana ? kamu udah bolak-balik di dekat telpon rumah selama 15 menit , wook ! kamu sakit yah ? hah ?” ucap Yesung dengan nada yang sedikit membentak .
“ngomongin ajah , Ryeo . kalo ada masalah” ucap Kaito
“umm , aku takut hyung ..” ucap Ryeowook jujur
“haa ? takut kenapa ? ngga ada hantu di sini” tanggap Yesung dengan ekspresi datarnya .
“Aku takut Solbi nolak kalau aku ngajak dia pergi besok” ucap Ryeowook . Kaito tersenyum mendengar ucapan Ryeowook . lalu ia berdiri dan mengahmpiri Ryeowook .
“jangan berpikiran yang aneh-aneh dulu . siapa tau dia mau pergi sama kamu besok” saran Kaito . Ryeowook mun menghela napas dan tersenyum kecil .
“iyah Hyung , aku bakal nyoba nelpon Solbi” ucap Ryeowook lemas
“eh , mana ada cowo mau nelpon gebetannya lemas kaya gitu ?” protes Yesung
“Yesung ngga seneng aje” tanggap Kaito . Ryeowook pun tertawa .
“telpon sekarang deh” usul Kaito sambil mengangkat gagang telpon dan memberikannya pada Ryeowook . Reyowook tersenyum dan mengambil gagang telpon tersebut dan menekan nomor telpon rumah Solbi .
———————————————-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar